Wako Pekanbaru Pimpin Rapat Forkopimda, Bahas Harga Pangan hingga Kesiapsiagaan Karlahut

Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:37:12 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho, memimpin rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas sejumlah isu terkini yang menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Rapat berlangsung di Aula Baterai B, Yonarhanud 13/PBY, Jalan Imam Munandar, Rabu (19/8/2026).

Sejumlah persoalan strategis dibahas dalam pertemuan tersebut. Mulai dari kenaikan harga daging ayam potong yang terjadi di pasaran hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan di wilayah Kota Pekanbaru.

Terkait kenaikan harga daging ayam potong, Pemko Pekanbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) langsung mengambil langkah dengan turun ke lapangan. Tim tersebut menelusuri mata rantai distribusi untuk mengetahui penyebab kenaikan harga hingga ke tingkat pedagang.

Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui secara pasti faktor yang memicu kenaikan harga dan mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat.

"Kemudian kita juga membahas terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan," kata Wako Agung.

Menurutnya, langkah antisipasi menjadi hal penting dalam menghadapi potensi kebakaran lahan, khususnya di wilayah pinggiran Kota Pekanbaru. Ia menegaskan, penanganan tidak boleh dilakukan setelah api sudah membesar, melainkan harus dimulai sejak munculnya indikasi awal kebakaran.

"Jangan sampai menunggu api besar, maka diperlukan deteksi dini," tegasnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemko Pekanbaru juga telah menyiapkan sejumlah posko di beberapa wilayah yang dinilai perlu mendapat perhatian. Posko tersebut dilengkapi mobil pemadam kebakaran serta petugas yang disiagakan untuk melakukan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Selain persoalan harga pangan dan kebakaran lahan, rapat Forkopimda juga membahas perkembangan persoalan ratusan kantor dan toko yang berada di kawasan Sukaramai Trade Center (STC).

Saat ini, sebanyak 133 bangunan toko di kawasan tersebut telah menjadi aset Pemko Pekanbaru. Pemerintah kota selanjutnya berupaya mencari solusi agar keberadaan aset tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pedagang.

"Pemko berupaya memberikan keringanan atau kemudahan bagi pedagang yang akan berjualan di sana," jelas Wako.

Rapat bersama Forkopimda ini menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merespons berbagai persoalan yang berkembang, baik menyangkut stabilitas harga, kesiapsiagaan bencana, maupun pengelolaan aset daerah.

Terkini