Kebakaran Hebat, BBKSDA Pantau Kondisi Habitat Harimau Sumatera di Kerumutan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:35:57 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Ancaman serius kembali melanda kelestarian keanekaragaman hayati di Riau. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menggulung kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan kini kian mengkhawatirkan karena membakar salah satu kantong habitat vital bagi populasi harimau Sumatera yang tersisa.

Peristiwa kebakaran yang melahap lahan gambut tersebut tercatat telah berlangsung selama lebih dari sepekan. Vegetasi hutan yang rapat serta tingginya potensi sebaran api di kawasan konservasi ini menempatkan berbagai satwa liar yang dilindungi dalam ancaman bahaya yang cukup besar.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya satwa yang menjadi korban langsung dari kobaran api. Kendati demikian, munculnya titik api di dalam kawasan lindung tetap menjadi prioritas penanganan paling krusial.

"Sebelumnya, tim Satgas Udara sempat berhasil memadamkan pergerakan api melalui aksi bom air (water bombing) pada akhir pekan lalu," kata Supartono Selasa (25/8/2026).

Sayangnya, bara api yang masih tersembunyi di dalam kedalaman lapisan tanah gambut kembali terancam menyala akibat pengaruh cuaca panas dan embusan angin kencang.

Berdasarkan estimasi awal dari pihak BBKSDA Riau, luas area gambut yang hangus terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar lima hektare. Angka pasti mengenai total luas kerusakan hingga kini masih dalam proses verifikasi mendalam oleh petugas yang dikerahkan ke lokasi kejadian.

"Luasan lahan terbakar di SM Kerumutan diperkirakan 5 hektare, itu lahan gambut," ucapnya.

Proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala medan yang sangat berat dan menantang. Tim darat harus berjuang menembus rapatnya vegetasi hutan gambut serta jarak tempuh ekstrem yang mencapai sekitar 32 kilometer dari batas luar kawasan untuk mendekati titik api.

Untuk memaksimalkan upaya penanggulangan, strategi pemadaman kini mengombinasikan pemantauan udara dan aksi darat. Tim udara terus melakukan pemetaan titik panas.

"Sementara personel darat berusaha membuka akses penembusan agar pemadaman langsung di titik api dapat direalisasikan," terangnya.

Situasi kian rawan karena kebakaran serupa juga terdeteksi di luar benteng SM Kerumutan, berjarak sekitar 12 kilometer dari garis batas kawasan. Pemantauan intensif terus ditingkatkan demi memastikan keselamatan harimau Sumatera serta seluruh ekosistem satwa liar di dalamnya.(mc)

Terkini