PEKANBARU (RIAUSKY.COM)— Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau Rudy F.S bersama rombongan di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Nomor 39 Pekanbaru, Kamis (3/9/2026).
Kunjungan tersebut disambut Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama jajaran pengurus LAMR. Pertemuan membahas peluang sinergi kedua lembaga, khususnya dalam mendukung pembinaan warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat.
Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebut LAMR sebagai rumah besar bersama yang terbuka bagi siapa saja untuk bersilaturahmi dan berkontribusi bagi Riau.
"Silaturahmi menjadi ruang membangun komunikasi, persaudaraan dan kebersamaan," kata Datuk Seri Taufik.
Datuk Seri Taufik berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dilanjutkan dengan sinergi berkelanjutan antara LAMR dan Kanwil Ditjenpas Riau untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu Kakawanwil Ditjenpas Riau Rudy F.S mengatakan, kunjungan ke LAMR merupakan kehormatan bagi jajaran Kanwil Ditjenpas Riau. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk mendapatkan dukungan tokoh adat dalam proses pembinaan warga binaan.
"Sangat suatu kehormatan bagi kami yang sudah berkenan menerima kami. Semoga ini tidak hanya silaturahmi, namun bisa kerja sama dalam berbagai hal sehingga kami mendapat dukungan dalam menjalankan program kami," ujar Rudy.
Rudy mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 16.700 warga binaan di Riau. Jumlah tersebut telah melebihi kapasitas lembaga pemasyarakatan, dengan kasus narkoba menjadi salah satu perkara yang dominan.
Menurutnya, pembinaan warga binaan membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk tokoh adat.
Selain menjalani hukuman, warga binaan perlu dibantu untuk menyadari kesalahan, mendapatkan pembinaan kerohanian dan keterampilan, serta dipersiapkan kembali ke tengah masyarakat. "Kami perlu dukungan para datuk melakukan pembinaan terhadap warga binaan," katanya.
Rudy juga berharap LAMR dapat ikut memberikan perhatian setelah warga binaan selesai menjalani hukuman dan kembali ke masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar mereka tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama.
Salah seorang anggota rombongan Kanwil Ditjenpas Riau turut menceritakan pengalamannya saat bertugas di Nusa Tenggara Timur. Ketika itu, ada warga binaan melarikan diri dari Lapas, namun akhirnya kembali setelah dibujuk kepala suku.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan kuatnya pengaruh tokoh adat dalam membangun komunikasi dan pendekatan kepada warga binaan.
Ketua Umum MKA LAMR Provinsi Riau Datuk Seri Marjohan Yusuf mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menilai kondisi lembaga pemasyarakatan yang mengalami kelebihan kapasitas membuat dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan.
"Kami mendukung dan mendoakan Kanwil Ditjenpas Riau untuk terus berbuat yang terbaik untuk Riau. Kita sadari betul bahwa kerja bapak berat," ujarnya.
Sebelumnya, Datuk Aspandiar menambahkan, apabila kerja sama LAMR dan Kanwil Ditjenpas Riau dapat direalisasikan, hal tersebut akan menjadi catatan penting bagi kedua lembaga.
"Jika kerja sama LAMR dengan Ditjenpas Riau terjalin, jelas ini catatan sejarah terbaik," katanya.