KAMPAR (RIAUSKY.COM) — Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., meresmikan UPTD Puskesmas Kuntu sekaligus melaunching pemberian Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi anak stunting di Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat percepatan penanganan stunting.
Kegiatan dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kampar Habiburrahman, M.Pd., Anggota DPRD Kabupaten Kampar Eko Sutrisno, S.Sos, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar T. Nuheriyani Ahmad Yuzar, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si, Inspektur Daerah Kabupaten Kampar Muhammad Irsyad, SH, MH sejumlah kepala OPD yang termasuk dalam TPPS Daerah, Direktur RSUD Bangkinang Dr. Imawan, Forkopimcam, kepala desa se Kecamatan Kampar Kiri dan Ketua TP PKK Kecamatan dan desa se-Kecamatan Kampar Kiri.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar menegaskan, peresmian Puskesmas Kuntu bukan sekadar seremoni penambahan fasilitas fisik, tetapi merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan bermutu, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Kampar Kiri dan wilayah sekitarnya.
“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Dengan fasilitas yang lebih representatif, ruang pelayanan yang memadai, serta dukungan tenaga medis dan paramedis yang kompeten, masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh jarak yang terlalu jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar yang prima,” ujar Bupati.
Bupati juga berpesan kepada Kepala Kapus dan Staf Puskesmas beserta seluruh dokter, bidan, perawat dan tenaga kesehatan yang bertugas agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menerapkan prinsip senyum, sapa, salam, cepat dan profesional.
“Jadikan Puskesmas ini bukan hanya tempat berobat, tetapi rumah kedua yang nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, jangan benda-bedakan pelayanan ,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar juga menyoroti penanganan stunting yang menjadi salah satu fokus strategis Pemerintah Kabupaten Kampar.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting Kabupaten Kampar tahun 2024 berada pada angka 16,02 persen. Sementara berdasarkan data By Name By Address (BNBA), jumlah anak stunting menunjukkan tren penurunan, dari 510 anak pada 2024 menjadi 428 anak pada 2025, dan 328 anak pada 2026.
“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, melainkan ancaman nyata terhadap masa depan kualitas sumber daya manusia kita. Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan gerakan keroyokan atau konvergensi dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa dan keluarga,” jelas Bupati.
Pada tahun 2026, sebanyak 173 anak mendapatkan paket PKMK sesuai rekomendasi tim pakar selama 10 bulan. Program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi spesifik untuk memastikan kebutuhan asupan gizi anak terpenuhi secara seimbang sehingga dapat mendukung tumbuh kembang secara optimal"Ujar Bupati Kampar lagi
Bupati berharap berbagai intervensi yang dilakukan secara terpadu dapat terus menekan angka kasus stunting baru di Kabupaten Kampar hingga mencapai zero kasus, sementara prevalensi BOSA ditargetkan dapat mencapai 5 persen"Terang Bupati Kampar
Bupati Kampar juga memberikan perhatian khusus kepada para orang tua, terutama para ibu, agar aktif membawa anak ke Posyandu secara rutin.
Ia meminta makanan tambahan maupun paket PKMK yang diberikan pemerintah benar-benar dikonsumsi oleh anak yang menjadi sasaran program serta perkembangan kesehatan dan pertumbuhannya terus dipantau bersama tenaga kesehatan.
“Pastikan makanan tambahan atau paket PKMK yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh anak yang bersangkutan, serta terus pantau perkembangan kesehatannya dengan didampingi oleh petugas kesehatan kita,” pesannya.
Bupati juga mengajak masyarakat Desa Kuntu untuk bersama-sama menjaga, merawat dan memanfaatkan gedung Puskesmas Kuntu dengan sebaik-baiknya demi memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Bupati Kampar juga berharap seluruh bantuan dan program yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kampar dapat tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang menerima.
Ia meminta agar setiap bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukannya, sehingga dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kita seluruh bantuan dan program pemerintah ini tepat sasaran, diterima oleh masyarakat yang memang membutuhkan dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak memberikan dampak bagi penerima. Kita ingin setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat dan mendukung peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, keberhasilan program pemerintah tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari sejauh mana bantuan tersebut mampu memberikan perubahan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kampar sebagai tanda resmi peresmian Puskesmas Kuntu. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita serta penyerahan kunci ambulans secara simbolis dari Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., kepada Plh. Kepala UPTD Puskesmas Kuntu, dr. Derma Bahari Putri.
Selanjutnya, dilakukan pemberian PKMK secara simbolis kepada anak sasaran program.
Bupati Kampar kemudian meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus melihat secara langsung pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan atas dedikasi dan pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Bupati Kampar secara resmi membuka operasional Puskesmas Kuntu sekaligus meluncurkan Program Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK) bagi anak stunting di Kabupaten Kampar.
“Dengan memohon ridho Allah SWT serta mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Puskesmas Kuntu secara resmi saya nyatakan dibuka dan operasionalnya dimulai, sekaligus diluncurkannya Program Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK) bagi anak stunting di Kabupaten Kampar,” tutup Bupati.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Dasa'at menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dengan hadirnya Puskesmas Kuntu.
Sementara itu, Kepala Desa Kuntu Asril Bakar menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kampar atas pembangunan dan peresmian Puskesmas Kuntu. Keberadaan fasilitas kesehatan tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dan berkualita.