PEKANBARU (RIAUSKY.COM) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi untuk memperkuat kompetensi serta integritas sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital. Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, saat membuka Simposium Nasional Akuntansi (SNA) XXIX Tahun 2026 di Gedung Student Center Universitas Riau, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan ilmiah berskala nasional hasil kerja sama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Universitas Riau ini mengusung tema "Building Future-Ready Accountants: Driving AI-Enabled Sustainability and Integrity for Indonesia 2045". Forum tahunan tersebut mempertemukan akademisi, praktisi akuntansi, serta jajaran birokrasi guna membahas adaptasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengelolaan tata kelola publik.
Kadisdik Provinsi Riau, Erisman Yahya, menilai perkembangan teknologi yang cepat menuntut profesi akuntan untuk tidak sekadar menguasai teknik penyusunan laporan keuangan. Profesi akuntansi di era digital diwajibkan memiliki wawasan ekonomi yang luas serta mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
"Di era digitalisasi, profesi akuntan tidak hanya dituntut mampu menyusun laporan keuangan, tetapi juga dituntut untuk adaptif, transparan, berintegritas, dan mampu membaca dinamika ekonomi secara lebih luas," ujar Kadisdik Provinsi Riau, Erisman Yahya.
Erisman menjelaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan memang membantu efisiensi pekerjaan, namun harus tetap dibentengi oleh etika dan akuntabilitas yang kuat. Hal tersebut krusial mengingat profesi akuntansi memegang peran strategis dalam menyediakan data dasar bagi pengambilan keputusan instansi maupun dunia usaha.
"Pemerintah pun sedang menghadapi perubahan yang sama. Teknologi berkembang cepat, data semakin besar, tuntutan transparansi semakin tinggi, sementara keputusan harus dibuat semakin cepat dan tetap dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Erisman.
Di sektor pemerintahan, Pemprov Riau kini mengelola 29.721 Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif yang terdiri atas 12.601 PNS dan 17.120 PPPK. Pengelolaan aparatur dalam jumlah besar tersebut diterapkan melalui prinsip sistem merit yang berpatokan pada kualifikasi, kompetensi, serta kinerja ASN.
Penguatan kualitas tata kelola di Riau juga didukung oleh potensi modal profesional daerah yang memadai di berbagai bidang. Provinsi Riau berhasil meraih peringkat kedua nasional Indeks Keinsinyuran Daerah Tahun 2026 serta didukung oleh 793 anggota IAI terdaftar per 31 Desember 2024, dengan 503 di antaranya berstatus Anggota Utama.
"Untuk itu, kami di Pemprov Riau berharap kapasitas yang telah dimiliki tersebut dapat semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan daerah melalui kolaborasi yang lebih erat," harap Erisman.
"Kami ingin ketiga kekuatan ini semakin dekat. Pemerintah ingin mendengar, belajar, dan memperoleh perspektif terbaik dari dunia akademik dan profesi agar kebijakan serta tata kelola pemerintahan juga terus berkembang," pintanya.
Pemprov Riau berharap riset aplikatif yang dihasilkan dalam SNA XXIX dapat memberikan kontribusi nyata bagi penataan tata kelola keuangan serta pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, pelaksanaan simposium ini diharapkan kian memperkuat citra Provinsi Riau sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Pulau Sumatera.
"Semoga melalui Simposium Nasional Akuntansi XXIX Tahun 2026 ini dapat dihasilkan pemikiran, riset, dan inovasi yang memberikan manfaat bagi pengembangan profesi akuntansi, pembangunan daerah, serta kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.