Pemko Dumai Bersama Forkopimda Gerak Cepat Redam Potensi Konflik TKBM, Tegaskan Komitmen Iklim Investasi Aman dan Kondusif

Kamis, 10 September 2026 | 12:31:27 WIB

DUMAI (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bergerak cepat memfasilitasi penanganan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang melibatkan dinamika Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di wilayah Kecamatan Sungai Sembilan, pada Rabu (9/9/2026). 

Melalui Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Dinas Perhubungan Kota Dumai, Wali Kota Dumai H. Paisal memimpin langsung diskusi guna merumuskan solusi konkret dan mengedepankan asas musyawarah mufakat.

Rapat strategis ini turut dihadiri Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan, Ketua Pengadilan Negeri Dumai Maulia Martwenty Ine, Kaban Kesbangpol Dumai, H. Khairil Adli dan Kepala OPD terkait, Ketua DPH Lembaga Adat Melayu (LAM) Dumai Datuk Seri H. Zamhur Egab, unsur BUMD, pimpinan perusahaan (PT IBP), serta perwakilan aliansi masyarakat, serikat pekerja, dan pengurus koperasi lokal.

Dalam pengarahannya, Wali Kota Dumai H. Paisal menegaskan bahwa Kota Dumai harus tetap menjadi daerah yang ramah, aman, dan kondusif bagi masuknya investasi. 

Menanggapi riak-riak yang sempat terjadi di area industri Sungai Sembilan, Wali Kota meminta seluruh pihak menahan diri dan menolak segala bentuk tindakan kekerasan.

"Kota Dumai harus kita jaga bersama. Keamanan dan kerukunan adalah modal utama kita. Jangan ada aksi kekerasan yang berujung pada konsekuensi pidana dan merugikan semua pihak. Kalau Dumai kondusif, investasi akan bertumbuh, dan manfaatnya kembali ke masyarakat," tegas Wali Kota Dumai.

Wali Kota juga menyoroti akar pemicu dinamika di lapangan, termasuk mengenai tata kelola perparkiran serta kejelasan payung hukum Unit Usaha Pelabuhan/Jasa (UUPJ) dan regulasi dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). 

Pemko Dumai berkomitmen memanggil pihak KSOP untuk menyelaraskan regulasi, termasuk aturan Surat Keputusan Bersama (SKB), agar tidak menimbulkan multitafsir di tingkat operasional.

Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan menegaskan komitmen jajaran kepolisian dalam mengawal situasi Kamtibmas. 

"Kami mendukung penuh langkah mediasi yang diinisiasi Pemko Dumai, namun juga tidak ragu mengambil tindakan tegas jika terjadi pelanggaran hukum atau tindakan anarkis yang menganggu kondusifitas daerah," tegasnya. 

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Dumai Maulia Martwenty Ine, menggarisbawahi pentingnya pendekatan preventif dan musyawarah agar permasalahan usaha penambangan/bongkar muat ini dapat diselesaikan tanpa perlu berlanjut ke ranah hukum pidana.

Sementara itu, Ketua DPH LAM Kota Dumai Datuk Seri H. Zamhur Egab mengingatkan pentingnya saling menghormati prinsip "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung". 

LAM meminta perusahaan-perusahaan di kawasan Sungai Sembilan aktif berkomunikasi dan merangkul anak kemenakan serta masyarakat tempatan dalam penyerapan tenaga kerja secara adil dan transparan.

Dari rapat koordinasi Forkopimda tersebut, disepakati beberapa langkah krusial untuk menjaga kondusivitas Kota Dumai:

1. Pemanggilan KSOP: Pemko Dumai bersama Forkopimda segera memanggil pihak KSOP untuk menyelaraskan regulasi, payung hukum SKB, serta aturan Tersus/Terum agar tidak memicu benturan tafsir antar-pengelola TKBM dan Koperasi.

2. Pengelolaan Parkir Sementara: Status pengelolaan parkir tetap berjalan pada pengelola awal hingga aturan dan regulasi baru diterbitkan secara resmi. Pihak BUMD diminta mengawal proses administrasi secara cermat.

3. Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal: Perusahaan diimbau mengedepankan pendekatan musyawarah, serta memprioritaskan keterlibatan masyarakat dan tenaga kerja tempatan melalui wadah hukum/koperasi yang sah dan taat pajak.

4. Penghentian Gesekan di Lapangan: Seluruh aliansi, serikat pekerja, dan masyarakat diminta menahan diri serta menyerahkan fasilitasi penyelesaian regulasi kepada Pemerintah Daerah dan Forkopimda dalam waktu dekat.

Melalui sinergi ini, Pemko Dumai optimistis kerukunan antar-lembaga pekerja, masyarakat, dan pelaku usaha dapat terus terjaga demi mewujudkan Dumai yang Kota Idaman, aman, dan sejahtera. 

Terkini