Tim Gabungan Perkuat Pemadaman dan Pendinginan 14 Titik Karhutla di Siak

Jumat, 11 September 2026 | 07:49:25 WIB

SIAK (RIAUSKY.COM)- Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, tercatat sebanyak 14 titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak, Riau per Rabu (9/9/2026) pukul 23.00 Wib. Titik-titik api tersebut tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di wilayah setempat.

Menanggapi kondisi ini, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, dan warga setempat bergerak cepat. Penanganan berupa pemadaman serta pendinginan dilakukan secara serentak di enam lokasi berbeda.

Titik fokus penanganan meliputi Kampung Mengkapan di Kecamatan Sungai Apit, dua titik di Kecamatan Dayun, Dusun Bumi Jopan di Kecamatan Sungai Mandau, Desa Rantau Panjang di Kecamatan Koto Gasib, serta Kampung Tualang di Kecamatan Tualang.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Siregar menyampaikan sebagian besar lokasi kebakaran telah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, para personel tetap disiagakan di lapangan untuk melakukan proses pendinginan dan patroli ketat agar api tidak kembali menyala.

"Untuk titik di Kampung Mengkapan, areal PT BSP di Kampung Dayun, Dusun Bumi Jopan, serta areal PT DSI di Desa Rantau Panjang, api utama dilaporkan sudah padam. Tim kini fokus menyiram sisa-sisa asap dan berjaga untuk memastikan area tersebut benar-benar steril," ujar Sepuh Kamis (10/9/2026).

Sementara itu, pemadaman intensif masih terus berlangsung di Dusun Suka Mulia, Kampung Dayun, karena api dan kepulan asap tebal masih ditemukan. Di lokasi ini, alat berat dikerahkan untuk membuat sekat bakar guna menahan laju perambatan api.

"Proses penanganan di Dusun Surya, Kampung Tualang juga mendapat bantuan armada helikopter water bombing untuk memadamkan api dan asap tebal dari udara. Selain dukungan helikopter, puluhan mesin pemadam dan mobil pemadam kebakaran turut dikerahkan di seluruh titik operasi," jelasnya.

Sepuh menambahkan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar bagi petugas, sebab bara api kerap tersisa di bawah permukaan tanah meski bagian atas terlihat padam. 

"Cuaca panas, angin kencang yang berubah arah, serta minimnya curah hujan membuat patroli dan pendinginan harus terus dimaksimalkan hingga kondisi dinyatakan sepenuhnya aman," tegasnya.(mc)

Terkini