UIR Bersama Komisi X DPR RI dan Kemdiktisaintek Gelar Workshop Pemanfaatan AI dalam Penelitian dan Pembelajaran

Sabtu, 12 September 2026 | 13:40:36 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Universitas Islam Riau (UIR) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga, sains, dan teknologi bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTI SAINTEK) menggelar Workshop “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa”. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, (12/09/2026) di Ruang Auditorium lantai IV Gedung Rektorat UIR.

Workshop diikuti oleh 100 mahasiswa tingkat akhir program Sarjana, Magister dan Doktoral dari berbagai Program Studi (Prodi). Seperti yang disampaikan oleh Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H.,M.H, kegiatan diselenggarakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pemanfataan teknologi AI secara tepat dan etis khususnya dalam penulisan Tugas Akhir.

“Mahasiswa mungkin sudah memahami perkembangan AI dilingkungan akademik. Diharapkan teknologi ini digunakan secara bijak dalam menunjang aktivitas”, ungkap Rektor.

Senada dengan itu anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom.,M.M yang bertidak sebagai keynote speaker menyampaikan, kemudahan teknologi yang hadir hari ini harus diimbangi dengan kemampuan berfikir kritis sehingga mahasiswa tidak bergantung pada teknologi.

“AI hadir hanya digunakan sebagai alat bantu, bukan untuk menggantikan posisi kita”, tegas Karmila.

Memasuki sesi workshop UIR menghadirkan dua Pakar AI yaitu Akademisi dan Praktisi terbaik di Provinsi Riau. Diantaranya Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons)., M.IT dan Assoc. Prof. Dr. Susandri, S.Kom.,M.Kom. Sesi workshop dipandu oleh Moderator Dr. Septian Wahyudi, S.AB.,M.Si selaku Kepala Bagian Promosi Biro Humas dan Promosi (BHP) UIR.

Dalam paparannya Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons)., M.IT membahas bagaimana Strategi Cerdas untuk Riset dan Pembelajaran Berkualitas yang mengulas perkembangan AI hingga era Large Language Models (LLM). Ia menekankan bahwa integrasi teknologi ini harus diimbangi dengan integritas, kejujuran akademik, dan tanggung jawab etis. Dipaparkan juga mengenai workflow akademik yang terdiri dari tujuh tahap mulai dari Learn, Ask, Find, Read, Synthesize, Create, hingga Verify.

Selain membekali mahasiswa dengan panduan etis, Prof Arbi juga memberikan panduan praktis pemanfaatan alat berbasis AI, seperti formula prompt R-T-C-F-C (Role, Task, Context, Format, Constraint) hingga pemanfaatan platform seperti Google Scholar Labs dan ChatGPT untuk penelusuran serta penyusunan riset.

Selanjutnya Praktisi AI kepada mahasiswa UIR menyampaikan fokus utama tentang “Work with AI: AI-Ready Career”. Assoc. Prof. Dr. Susandri, M.Kom turut merasakan kekhawatiran akan otomatisasi dunia kerja. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan manusia, melainkan orang yang mampu memanfaatkan AI yang akan menggantikan mereka yang tidak bisa bekerja dengannya.

“Perubahan ini menuntut mahasiswa untuk menguasai lima kompetensi AI-Ready, yakni literasi AI, prompt engineering berbasis formulasi presisi, kelancaran data digital, serta sikap adaptif dalam pembelajaran sepanjang hayat”, ungkapnya.

Selain penguasaan teknis, materi tersebut menyoroti pemanfaatan praktis AI toolkit untuk persiapan karier, seperti optimasi CV agar ATS-friendly, pembentukan personal branding di LinkedIn, hingga simulasi latihan wawancara. Meski demikian, Susandri mengingatkan pentingnya menjaga batas-batas etis, transparansi, serta memprioritaskan kualitas khas manusia seperti empati, kepemimpinan, dan pemikiran kritis yang tidak dapat digantikan oleh mesin.

Workshop tersebut menjadi ruang diskusi yang sangt hangat dan menarik. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan KEMDIKTISAINTEK Danu Alsaheri Caniago, Eri Widiarto, Aristagunawan, Wakil Rektor 1 UIR Prof. Dr. H. Fathurrahman, SP., M.Sc, Kepala BHP UIR Assoc. Prof. Dr. Harry Setiawan, M.I.Kom dan Kepala Biro Umum UIR Tati Maharani, S.P., M.P. (hms/smh)

Terkini