SIAK (RIAUSKY.COM) - Banyak yang bertanya, mengapa asap masih cukup pekat di Kabupaten Siak. Padahal beberapa lokasi kebakaran di Siak sudah padam dan kebakaran relatif tidak terlalu luas dibandingkan wilayah lain.
Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VI Siak, Ihsan Abdillah, menjelaskan berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer saat ini, arah angin bergerak dari selatan ke utara.
Sementara itu, aktivitas Karhutla dan titik panas (hotspot) di bagian selatan Pulau Sumatera masih cukup tinggi.
“Arah angin kita saat ini, antara bulan Januari sampai Mei bergerak dari utara menuju selatan. Sementara itu, Juni hingga Desember arah angin bergerak dari selatan ke utara. Otomatis kebakaran dari daerah selatan asapnya ke Kabupaten Siak dan ini bisa kita lihat melalui Asmc (Asean Specialised Meteorological Centre),” ujar Ihsan, Selasa (15/9/2026).
Salah satu indikasinya, sambung Ihsan, dapat dilihat dibeberapa kabupaten/kota wilayah paling selatan Riau. Saat ini, jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap, sementara tidak terdapat kebakaran besar di wilayah tersebut.
“Tentu secara meteorologis sangat mungkin asap berasal dari wilayah yang lebih selatan terbawa angin menuju utara. Jadi, di mana asap berada tidak selalu menunjukkan di mana sumber kebakarannya berada.
Ia menjelaskan, untuk menentukan sumber asap secara ilmiah, harus dilihat secara bersama-sama antara hotspot, luas kebakaran, citra satelit, arah angin, dan dinamika atmosfer.
“Saat ini kualitas udara di beberapa wilayah juga terpantau fluktuatif. Karena itu, kondisi clear di lokasi kebakaran tidak serta-merta membuat kualitas udara langsung kembali normal,” kata dia.
“Karhutla merupakan persoalan lintas wilayah. Asap karhutla bergerak mengikuti dinamika atmosfer,” tambahnya.
Kabut asap kembali dirasakan sejak Senin lalu. Berdasarkan update Informasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dirilis Dinas Kominfo Siak, kualitas udara di Kabupaten Siak berada pada kategori sangat tidak sehat. Hingga saat ini, aktivitas sekolah jenjang PAUD dan TK masih diliburkan.