Setelah Sempat Tatap Muka Terbatas, Sekolah di Pekanbaru Kembali Jarak Jauh

Rabu, 16 September 2026 | 05:27:46 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kondisi kualitas udara di wilayah Kota Pekanbaru yang kembali memburuk pada Selasa (15/9/2026) kemarin memaksa Pemerintah Kota Pekanbaru kembali memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan PJJ yang sudah merupakan kali ketiga ini akan diberlakukan selama 3 hari ke depan, yakni terhitung Rabu-Jumat (16-19 September 2026) yang akan datang.

Pengumuman tentang pemberlakuan PJJ ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho pada Selasa (15/9/2026) petang setelah melakukan rapat bersama sejumlah stake holder terkait seperti BMKG, dokter spesialis paru yang juga diikuti sejumlah pimpinan OPD terkait.

''Kondisi udara di Kota Pekanbaru pada hari ini sangat tidak baik, Hari ini berdasarkan data BMKG tercatat 220 µg/m³, sementara data ISPU mencatat 243 µg/m³. Kemudian juga mengingat saat ini juga belum turun hujan, dan kita berdoa semoga hujan segera turun di seluruh wilayah Provinsi Riau, karena itu kami memutuskan mulai besok, seluruh sekolah, SD< SMP, TK dan utamanya PAUD untuk memberlakukan pembalajaran jarak jauh selama 2-3 hari ke depan,''ungkap Wali Kota dalam keterangan persnya.

Wali Kota Agung juga menjelaskan, bila hingga JUmat (19/9/2026) juga masih belum turun hujan, maka pihaknya juga akan langsung menerbitkan Surat Edaran untuk perpanjangan PJJ hingga hari minggu

Berkaitan dengan kebijakan tersebut, Agung juga mengimbau kepada seluruh sekolah untuk dapat menyiapkan semua hal berkaitan dengan kebijakan tersebut, sehingga tidak memberatkan orang tua dan juga tidak memberatkan anak-anak yang belajar di sekolah.

Agung juga mengimbau orang tua, agar juga mensupport pelaksanaan PJJ ini dengan tetap mengawasi aktivitas belajar anak dan mengurangi kegiatan di luar rumah.

Imbauan ini juga ditujukan kepada orang dengan kondisi komorbid, ibu hamil dan balita, agar mengurangi kegiatan di dalam rumah dan menerapkan pola hidup sehat.

''Untuk kelompok rentan, kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker. Masker juga dapat diperoleh di puskesmas terdekat,''ungkap Wali kota.

Kepala BMKG Riau Warjono, dalam penjelasannya mengungkapkan , asap yang kini menutupi wilayah Pekanbaru berasal dari selatan, dimana arah angin dari tenggara ke selatan menuju ke utara.

Adapun asal dari asap tersebut dijelaskan Warjono berasal daru Sumatera Selatan dan Jambi.

Akibat situasi itu, BMKG mencatat berdasarkan ISPU, kualitas udara di Pekanbaru memang  cenderung tidak sehat, hingga berbahaya. Dan kecenderungannya masih Sangat tidak sehat, karena masih berada di atas 150 µg/m³.

Pemko Pekanbaru sendiri sebelumnya sudah sempat membelakukan aktivitas belajar normal, namun seiring kondisi cuaca yang terus memburuk dalam sepekan terakhir, Pemko melalui Dinas Pendidikan memberlakukan sekolah tatap muka terbatas, sebelum akhirnya kembali  menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh.(R06)

Terkini