Sinergi Pemko Dumai dan Kemendukbangga/BKKBN, Siapkan Bonus Demografi Melalui Skema PJPK

Jumat, 18 September 2026 | 10:04:32 WIB

DUMAI (RIAUSKY.COM) - Wali Kota Dumai yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Teknologi Informasi, Ekonomi, dan Keuangan, H. Afrilagan, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penggerakan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi Melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). 

Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Penyuluhan KB Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kependudukan di tingkat tapak serta mengoptimalkan peran Kampung KB sebagai simpul integrasi program lintas sektor dalam menyongsong puncak bonus demografi di Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Staf Ahli H. Afrilagan menegaskan pentingnya kolaborasi berkesinambungan antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta elemen masyarakat guna memetakan dan mengeksekusi rencana pembangunan kependudukan yang terarah.

"Pemerintah Kota Dumai berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Pemanfaatan bonus demografi tidak dapat dicapai secara spontan, melainkan memerlukan intervensi terstruktur sejak dari lingkungan keluarga melalui penguatan Kampung KB," ungkapnya. 

Ia berharap FGD ini melahirkan rekomendasi konkrit yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN RI, Faizal Fahmi mengapresiasi langkah aktif Pemerintah Kota Dumai yang konsisten mendorong konvergensi program kependudukan hingga ke tingkat kelurahan. 

Menurutnya, skema PJPK menjadi acuan navigasi utama agar intervensi tidak hanya berfokus pada kuantitas penduduk, tetapi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia secara holistik.

"Bonus demografi adalah jendela kesempatan yang sangat singkat. Melalui implementasi PJPK di Kampung KB, kita memastikan seluruh indikator pembangunan kependudukan, mulai dari penurunan stunting, pendampingan keluarga risiko stunting, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga, berjalan selaras dengan dinamika demografi lokal," jelas Faizal Fahmi.

Dukungan senada disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mhd. Irzal. Ia menilai Kampung KB "Keberkahan Bersama" di Kelurahan Laksamana merupakan salah satu contoh praktik baik (best practice) dalam pengintegrasian program kependudukan dan pembangunan keluarga yang patut terus diperkuat kemitraannya.

"Kampung KB bukan sekadar wadah pelayanan kontrasepsi, melainkan sarana integrasi lintas sektor. Keterlibatan aktif mitra, baik dari unsur BNN, BPS, TNI-Polri, hingga sektor swasta di Kelurahan Laksamana ini membuktikan bahwa sinergi yang kuat adalah kunci sukses keberlanjutan program Bangga Kencana di Provinsi Riau," ungkap Mhd. Irzal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Dumai, Maini Asna memaparkan bahwa keberadaan Balai Penyuluhan KB dan penguatan kapasitas kader institusi masyarakat pedesaan/perkotaan (IMP) menjadi tulang punggung utama suksesnya penggerakan di lapangan.

"DPPKB Kota Dumai terus memfasilitasi dan mengawal pemenuhan sarana-prasarana serta peningkatan kapasitas kader. Melalui skema PJPK ini, seluruh data kependudukan yang dihimpun kader dari tingkat RT hingga kelurahan akan tersaji secara presisi sebagai basis pengambilan kebijakan pengentasan stunting dan kesejahteraan keluarga," kata Maini Asna.

Sesi dilanjutkan dengan paparan komprehensif dari Lurah Laksamana sekaligus Ketua Kampung KB "Keberkahan Bersama", Ratna Ulfa, S. Kom, M. IP. 

Mengawali penjelasannya, Ratna Ulfa menguraikan gambaran umum Kelurahan Laksamana yang memiliki luas wilayah ± 4,25 Km² di pusat Kota Dumai dengan dinamika masyarakat berpusat pada sektor pelabuhan, perdagangan, dan industri.

Ratna Ulfa memaparkan perjalanan Kampung KB Kelurahan Laksamana sejak dicanangkan pada 29 Agustus 2017. 

Berkat keterpaduan intervensi lintas sektor, kawasan ini terus berkembang dan melahirkan berbagai predikat inovatif, di antaranya Kampung Wisata Pesisir (intervensi OPD Kota Dumai), Kampung Bersih Narkoba "Kampung Bersinar" dari BNN Kota Dumai (2021), "Kalam Bersinar" kerja sama PT Kilang Pertamina Internasional RU Dumai (2021), Kampung Cinta Statistik "Kampung Cantik" dari BPS Kota Dumai (2022), hingga Kampung Tangguh Gemar Bertasbih dari Polres Dumai (2023).

Lebih rinci, Lurah Laksamana membedah Rencana Kerja Masyarakat (RKM) TA 2026 yang terbagi ke dalam empat seksi kerja:
 
1. Seksi Penyediaan Data dan Dokumen Kependudukan: Berfokus pada pencatatan-pelaporan data Pengendalian Lapangan (Dallap) rutin bulanan, pengumpulan laporan R1 YANKB Faskes/Jejaring, serta penyediaan data Calon Pengantin (Catin) terintegrasi melalu aplikasi WhatsApp Dacin.

2. Seksi Perubahan Perilaku: Mengedepankan pendampingan keluarga berisiko stunting (KRS) untuk Catin, ibu hamil, ibu pascasalin, baduta, balita KRS, dan balita stunting, serta pelaksanaan Proyek SPRING (Stimulation in Primary Health Service Integration) yang menyasar 142 balita.

3. Seksi Peningkatan Layanan dan Rujukan Keluarga: Mencakup program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) melalui Gazebo Infaq Stunting, pelayanan KB, pemberian makanan tambahan (PMT) Posyandu dan PMT lokal, distribusi sembako mitra (PT Pelindo dan Baznas), hingga penanganan ODGJ.

4. Seksi Lingkungan Kesehatan dan Lain-Lain: Meliputi pembagian bubuk Abate, pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), gotong royong warga, serta rehabilitasi dan peninggian jalan di wilayah pemukiman melalui DAK Kelurahan.

Turut hadir dalam forum tersebut Camat Dumai Kota, Tammy Arthadinata Lurah Laksamana Ratna Ulfa, Kepala Puskesmas Kecamatan Dumai Kota, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Dumai Kota Siti Suryani, Koordinator Balai Penyuluhan KB Kecamatan Dumai Kota, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader IMP, serta tokoh masyarakat setempat.

Terkini