MERANTI (RIAUSKY.COM) — Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M., membuka Pelatihan Mengenal Peran dan Fungsi Wartawan serta Media Massa yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Meranti di Ballroom Afifa, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua dan jajaran pengurus PWI Kepulauan Meranti, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para kepala sekolah, serta narasumber dan peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Muzamil menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, insan pers, dunia pendidikan, dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ini merupakan upaya untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat,” kata Muzamil.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat keberadaan wartawan dan media massa semakin penting. Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itu, pemahaman mengenai peran dan fungsi wartawan serta media massa, kata Muzamil, tidak hanya diperlukan oleh insan pers. Pemahaman tersebut juga penting bagi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan seluruh elemen daerah.
“Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, pers merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Pemerintah memiliki banyak program dan kebijakan yang harus diketahui masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, media massa dapat membantu menyampaikan informasi mengenai program pemerintah secara objektif sekaligus memberikan ruang bagi kritik dan masukan terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Muzamil menegaskan, hubungan pemerintah dengan media seharusnya dibangun dalam semangat kemitraan, bukan hubungan yang menguntungkan salah satu pihak.
“Hubungan pemerintah dengan media bukanlah hubungan untuk saling menguntungkan secara sepihak, tetapi merupakan kemitraan dalam membangun daerah dan mencerdaskan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami proses kerja jurnalistik, termasuk membedakan informasi dan opini serta melakukan verifikasi sebelum informasi disampaikan kepada publik.
Terlebih di era media sosial, kata Muzamil, setiap orang dapat dengan mudah menjadi penyebar informasi. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya.
“Kepada para peserta, ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya kepada para narasumber. Semoga kegiatan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru serta semakin memperkuat profesionalitas insan media di Kabupaten Kepulauan Meranti,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Meranti, Wira Saputra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai peran dan fungsi pers, khususnya di lingkungan dunia pendidikan.
Menurut Wira, hubungan yang baik antara pers dan lembaga pendidikan membutuhkan komunikasi serta pemahaman dari kedua belah pihak.
“Melalui kegiatan ini kami ingin membuka ruang kerja sama yang lebih luas antara PWI dan seluruh satuan pendidikan yang tersebar di Kepulauan Meranti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PWI sebelumnya telah menjalankan program PWI Go To School sejak 2014. Dalam program tersebut, wartawan mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai peran dan fungsi pers.
Adapun kegiatan kali ini memiliki konsep berbeda karena PWI mengundang para kepala sekolah untuk mendapatkan pemahaman mengenai dunia jurnalistik, media massa, serta bagaimana membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers.
Wira berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak unsur masyarakat, termasuk kepala sekolah jenjang lainnya hingga kepala desa.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Mudah-mudahan langkah kecil ini dapat turut membangun literasi, mendorong keterbukaan informasi, serta menciptakan komunikasi publik yang sehat di Kepulauan Meranti,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman kepala sekolah terhadap mekanisme kerja jurnalistik. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu pihak sekolah menghadapi persoalan pemberitaan secara lebih proporsional dan sesuai ketentuan hukum.
Dalam kesempatan tersebut, Muzamil juga menyinggung pentingnya membangun pola komunikasi yang sehat antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan media.
Ia mengatakan, pemerintah daerah tidak menutup ruang bagi kritik. Namun, kritik diharapkan disampaikan secara etis, berimbang, dan konstruktif.
“Pemerintahan ini tidak kami katakan sempurna. Ada kekurangan dan ada kelemahan. Tetapi mari kita mengkritik untuk membangun, mengkritisi dengan solusi, bukan hanya mencari-cari kesalahan,” ujarnya.
Menurut Muzamil, kritik dan kontrol sosial merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan pers perlu terus diperkuat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya perbaikan daerah.
Ia juga mengingatkan agar persoalan yang muncul dalam pemberitaan dapat disikapi melalui mekanisme yang tepat dan sesuai ketentuan hukum, bukan dengan membangun ketakutan terhadap profesi wartawan maupun media massa.
“Negara ini adalah negara hukum. Kita bukan melindungi yang bersalah atau yang berpersoalan hukum. Tetapi mari kita selesaikan dengan cara-cara yang beretika dan baik,” katanya.
Muzamil berharap pelatihan tersebut menjadi ruang edukasi bagi seluruh peserta untuk mengenali karakter pemberitaan, memahami kerja jurnalistik, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka antara media dan pemerintah.
“Kalau kita ingin Meranti ini menjadi negeri yang unggul, agamis, dan sejahtera, kolaborasi harus terus dibangun,” pungkasnya.