Pemko Dumai Luncurkan Aplikasi Adinda Idaman dan Tim PISB di Puncak Bulan PRB

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:55:36 WIB

DUMAI (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Kota Dumai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai menggelar Puncak Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 di Citimall Dumai pada Selasa (13/10/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Dumai diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Dumai, Muhammad Yunus tampak hadir menyemarakkan peringatan Bulan PRB bersama Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, camat dan lurah se Kota Dumai.

Momentum ini menjadi bukti nyata komitmen Kota Dumai untuk bertransformasi dari sekadar melakukan penanganan darurat menjadi penguatan kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan bencana secara menyeluruh.

Sebagai kota pesisir sekaligus kawasan industri, Dumai menghadapi beragam potensi ancaman bencana, seperti banjir, pasang air laut (rob), abrasi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga risiko kegagalan teknologi. 

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Dumai menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor yang inklusif.

Dalam laporannya, Kalaksa BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, menyampaikan bahwa puncak peringatan hari ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat sistem mitigasi daerah. 

Salah satu terobosan utama yang resmi diluncurkan adalah aplikasi informasi kebencanaan Adinda Idaman. 

"Aplikasi ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan mudah dipahami, mulai dari potensi ancaman, peringatan dini, hingga panduan kesiapsiagaan yang terintegrasi," ungkapnya.

Tak hanya dari sisi teknologi, penguatan kesiapsiagaan juga menyasar sektor pendidikan dan generasi muda melalui pengukuhan Tim Putri Idaman Siaga Bencana (PISB). 

"Program ini dirancang untuk mendorong peran aktif pelajar, khususnya perempuan, agar menjadi pelopor budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolah," tutur Wahyu.

Upaya ini makin diperkuat dengan agenda pencanangan program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) di empat sekolah pilot project-yakni SMPN 2, SD Binsus, serta SDN 04 dan SDN 05-pada 16 Oktober mendatang.

Rangkaian peringatan Bulan PRB Kota Dumai 2026 ini juga diwarnai aksi nyata penyelamatan lingkungan dan kesehatan.

Lebih lanjut Wahyu menambahkan bahwa sebelumnya, BPBD telah meresmikan Early Warning System (EWS) pemantauan tinggi air dan melakukan penanaman mangrove di kawasan pesisir.

"Kami juga telah melaksanakan kegiatan membagikan ribuan masker KN95 kepada masyarakat hasil kolaborasi bersama PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Basarnas, dan komunitas RAPI," katanya.

Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukanlah tanggung jawab tunggal BPBD semata, melainkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Setiap perangkat daerah, unsur kecamatan, kelurahan, dunia usaha, akademisi, hingga relawan dan masyarakat umum diimbau untuk menghilangkan ego sektoral serta mengintegrasikan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan," tegas Muhammad Yunus.

Melalui sinergi yang makin solid antara teknologi, pelestarian lingkungan, dan kesiapsiagaan berbasis masyarakat, Kota Dumai terus melangkah mantap mewujudkan daerah yang semakin aman, tangguh, dan siap menghadapi ancaman bencana.

Agenda ini diwarnai pula sosialisasi aplikasi informasi kebencanaan Adinda Idaman dan penyerahan bantuan kesiapsiagaan karhutla di Kota Dumai dari PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai.

Terkini