Truk Bertonase Besar Bebas Melintas, Kini Sambungan Jembatan Maredan Mulai Rengkah

Selasa, 19 Juli 2016 | 17:01:15 WIB
Salah satu kondisi sambungan jembatan Maredan yang berlubang dan ditambal seadanya.
TUALANG (RIAUSKY.COM)– Tak diawasi dan tanpa ada penegakan hukum, kini, truk bertonase besar bebas naik turun jembatan Sulatn Syarif Hasyim (SSH) Tualang, Perawang di Maredan, Kabupaten Siak.
 
Akibatnya, kini, beberapa bagian daru ruas jembatan yang biangun dengan biaya mahal tersebut mulai rusak dan rengkah. Beberapa titik ruas jalan ini mulai menimbulkan kerawanan. 
 
Kondisi tersebut dikhawatirkan Ketua Barisan Muda Tualang (BMT), Dede Kristiono. Dikatakan dede, pihakny prihatin dengan minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Pemkab Siak, khususnya Dinas BMP dan Perhubungan Komunikasi. 
 
Kalaupun ada petugas yang berjaga, mereka seolah-olah melakukan pembiaran terhadap truk-truk yang melintasi jembatan tersebut. Padahal, hal tersebut tidak boleh terjadi. Disamping itu, tentu saja, minimnya upaya perawatan terhadap badan jembatan itu sendiri. 
 
Hal ini dibuktikan dari tindakan yang diambil dari dinas BMP Siak dengan hanya melakukan tambal aspal terhadap lobang disejumlah titik sambungan jembatan. Seharusnya pihak terkait mengganti besi dan karet untuk menutup lobang pembatas tersebut.
 
Begitu juga dari pihak dinas Perhubungan dan Infokom Siak. Personil yang bertugas di pos penjagaan melakukan tindakan pembiaran terhadap kendaraan besar yang melintas.
 
“Mereka itu tidak serius menjaga aset daerah kita ini. Dishub yang pernah berjanji akan membuat pos di persimpangan, hingga hari ini belum juga terlaksana, dan banyak mobil bertonase berat melintas secara beriringan melewati jembatan,” ucap Dede.
 
Lanjutnya, BMP Siak yang seharusnya mempunyai peran penting terhadap perawatan jembatan tersebut pun dinilai terkesan tidak peduli.
 
“Kondisi jembatan gelap karena lampunya banyak yang tidak menyala. Saat saya posting mengenai lobang pada ruas-ruas jembatan, BMP bilang itu merupakan kewenangan BMP provinsi, itu buktinya mereka terkesan tidak peduli. Seharusnya mereka tanggap, kalau bukan kewenanangan mereka di Kabupaten seharusnya mereka koordinasi ke Provinsi, bukan lempar-lempar begitu,” tegas Dede.(R03/i)

Terkini