
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat meninjau turap di Pantai Rupat, Bengkalis
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pariwisata adalah investasi masa depan, barangkali kalimat ini tak salah jika melihat kondisi kekinian Indonesia, termasuk Riau.
Mulai menipisnya cadangan sumber daya alam, mengharuskan pemerintah untuk mampu menggali potensi daerah masing-masing untuk mendapatkan pemasukan bagi kas daerah.
Maka oleh sebab itu, pilihan Pemprov Riau untuk fokus mendorong sektor pariwisata sebagai sektor unggulan tentu saja patut diapresiasi, butuh waktu memang, tapi asal ada keseriusan, harapan itu tentu saja akan terwujud nantinya.
Dalam banyak kesempatan, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman selalu mengungkapkan keseriusannya dalam mendorong dan mengembangkan sektor masa depan ini.

Tradisi bakar tongkang di Rokan Hilir, Riau
Menurutnya, fokus dan arah kebijakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke arah pengembangan pariwisata seluruh wilayah di Indonesia merupakan langkah yang baik bagi Provinsi Riau.
"Ini kesempatan bagi kita, namun semua pihak harus berperan penting dalam mendukung ini. Program harus dibuat untuk jangka panjang," ujar Andi, sapaan akrabnya.
Menurut Andi, Pemerintah Pusat melalui kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla menargetkan peningkatan 2 kali lipat kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019. Dimana saat ini masih tercatat sebanyak 10 juta wisatawan asing.
"Sementara target pada 2019 sebanyak 20 juta wisatawan asing. Kesempatan ini harus kita ambil, jangan kita hanya sebagai penonton. Kita harus bisa berada di dalamnya," tegas Plt Gubri.

Ombak Bomo di Pelalawan, adalah salah satu wisata andalan Riau
Sementara dari sisi Devisa, kata Plt Gubri, juga akan terjadi peningkatan nantinya. "Dimana akan ada peningkatan devisa sebesar USD10 miliar, makanya kita perlu terobosan untuk menjadikan pariwisata Riau ini bisa dilirik dan dikunjungi," ungkapnya.
Untuk itu menurutnya, pihak-pihak terkait seperti ASITA dan juga PHRI dan semua stakeholder harus berperan aktif untuk mendukung upaya ini semua.
"Kita sudah sejak 2015 menggaungkan Riau The Homeland of Melayu. Ini sudah kita sampaikan ke seluruh wilayah di Indonesia," tegasnya.

Tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, selali dinanti masyarakat Riau dan luar Riau
Diakuinya, walaupun belum signifikan, namun Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terjadinya peningkatan daya kunjungan wisatawan ke Riau.
"Pembangunan pariwisata sangat mendukung tujuan pembangunan yang berkelanjutan, karena setelahnya akan berdampak pada pertumbuhan kunjungan wisman, pertumbuhan ekonomi, konservasi alam serta memajukan kebudayaan," jelas.
Sebelumnya Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman telah meluncurkan Kalender Wisata Riau 2016 dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya belum lama ini.
Terdapat enam festival menjadi unggulan provinsi seperti Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir digelar 20-21 Juni.

Iven Balap Sepeda Tour de Siak di Kabupaten Siak, Riau, selalu menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang
Lalu Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi dilaksanakan pada 24-28 Agustus, Tour de Siak di Kabupaten Siak digelar tanggal 21-25 September dan Gema Muharram di Kabupaten Indragiri Hilir dilaksanakan pada 1-2 Oktober.
Kemudian Festival Bekudo Bono berlangsung di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan pada 4-6 November dan Riau Marathon di Kota Pekanbaru berlangsung pada tanggal 11 Desember.
Pemprov Riau hingga kini terus menggiatkan promosi potensi destinasi pariwisata sebagai salah satu strategi mendongkrak angka penerimaan daerah dari sektor tersebut yang baru mencapai 50 ribu orang turis asing tahun 2015.
"Kita harus optimis. Wisata kita tidak kalah dengan negara lainnya. Riau memiliki keunggulan di sektor pariwisata berbasis kebudayaan. Kita hanya perlu memasarkannya," terangnya. (R02/Advertorial)