PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara pelaku usaha dengan lembaga pembiayaan.
Kepala DPMPTSP Riau Vera Angelika OK menegaskan bahwa tugas pihaknya tidak hanya sebatas penerbitan izin. Namun, juga mengarah kepada investment navigator yang membantu pelaku usaha. Mulai dari konsultasi, pendampingan, hingga fasilitasi pembiayaan.
“Kami ingin memastikan setiap sektor strategis, baik skala besar maupun UMKM, mendapatkan akses permodalan. Karena tanpa permodalan yang cukup, rencana investasi yang bagus pun akan sulit berjalan,” kata Vera, Jumat (14/8/2026).
Dikatakan Vera, saat ini DPMPTSP tengah mengawal proses fasilitasi pembiayaan untuk beberapa sektor krusial dengan nilai yang bervariasi, mulai dari skala besar untuk layanan publik hingga penguatan operasional awal bagi UMKM dan perusahaan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Riau untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, mempercepat realisasi investasi, serta memastikan dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Saat ini kita tengah mengawal fasilitasi pembiayaan yang menyasar pada tiga sektor utama, yakni kesehatan, industri dan infrastruktur, serta perkebunan dan konstruksi atau migas," katanya.
Dikatakan Vera, pada sektor kesehatan, DPMPTSP Riau memfasilitasi pembiayaan untuk RS Syifa Utama atau RS Ibnu Sina dengan nilai strategis mencapai Rp12 Miliar.
"Fasilitasi ini dinilai penting untuk peningkatan sarana, prasarana, dan mutu layanan kesehatan masyarakat di Riau. Dengan adanya dukungan permodalan, diharapkan rumah sakit dapat memperluas kapasitas pelayanan dan menjangkau lebih banyak pasien," katanya.
“Kesehatan adalah sektor dasar. Ketika layanan rumah sakit meningkat, maka kualitas hidup masyarakat juga ikut naik. Karena itu kami kawal agar proses pembiayaannya berjalan lancar,” lanjutnya.
Kemudian pada sektor industri dan infrastruktur, dikatakan Vera, DPMPTSP memfasilitasi kemitraan dengan PT Kunango Jantan atau pihak koperasi dengan nilai pembiayaan Rp25 Juta.
"Fasilitasi ini ditujukan untuk mendukung operasional sektor tiang pancang beton yang merupakan komponen penting dalam proyek-proyek konstruksi dan pembangunan infrastruktur di Riau," ungkapnya.
Dukungan terhadap sektor ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan fisik, sekaligus membuka rantai pasok bagi UMKM lokal yang terlibat.
Kemudian, pada sektor perkebunan dan konstruksi atau migas, Vera menyebutkan pihaknya juga mengawal pembukaan rekening awal sebagai syarat pengajuan pinjaman bagi dua perusahaan.
"Pertama, PT Mustika Agung Group yang bergerak di bidang kelapa sawit dengan nilai pengajuan awal Rp4,8 Juta dan yang kedua pada PT Vadhana Internasional dengan nilai pengajuan awal Rp500 Ribu," ungkapnya.
Meskipun nilainya tergolong kecil, pembukaan rekening awal ini merupakan langkah penting agar perusahaan dapat mengakses skema pembiayaan yang lebih besar ke depan. Terutama bagi sektor sawit yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Riau.
“Jangan hanya melihat dari nominalnya. Tahapan awal seperti ini sangat penting. Kalau pintu akses ke lembaga keuangan sudah terbuka, maka peluang untuk berkembang juga semakin besar,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitasi ini, Pemprov Riau berharap realisasi investasi di berbagai sektor bisa meningkat, lapangan kerja baru terbuka, dan perputaran ekonomi di daerah semakin kuat.
"Pemerintah Provinsi Riau juga terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan layanan yang ada di DPMPTSP, agar setiap rencana usaha dapat terlaksana dengan dukungan penuh dari pemerintah," pungkasnya.
Listrik Indonesia

