PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Perwakilan pengelola Pasar Sukaramai akhirnya menemui ratusan yang melakukan aksi demonstrasi terkait pemadaman listrik.
Setelah melakukan perundingan, pihak pengelola meminta melakukan dialog dengan perwakilan pedagang. Sebanyak 15 orang diperkenankan untuk mendudukkan persoalan tersebut.
Pedagang pun sepakat, sampai saat ini, sebanyak 15 orang perwakilan pedagang sedang melakukan pertemuan dengan pihak pengelola, sedangkan puluhan pedagang lainnya memilih kembali ke kios mereka masing-masing.
Listrik di TPS sementara yang ditempati para pedagang sepanjang hari tadi dimatikan. Kebijakan tersebut mendapat protes keras dari pedagang. Mereka mempertanyakan kebijakan pengelola yang sembarang melakukan pemutusan dan sembarang dalam mengenakan tarif listrik yang harus dibayarkan tiap bulannya.
Dari informasi yang disampaikan salah seorang pengurus Asosiasi Pedagang Plaza Sukaramai, Ujang Serumpun, pihak pengelola membebankan uang listrik perbulan Rp 180 ribu.
Dengan jumlah pedagang sebanyak seribu kios, artinya satu bulan terkumpul Rp 180 juta. Sedangkan beban listrik yang harus dibayarkan setiap bulannya kepada PLN hanya Rp 78 juta.
Penetapan biaya yang sangat tinggi itu dianggap membebani pedagang, apalagi mereka hanya berjualan di TPS.(R03)