RENGAT (RIAUSKY.COM) - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Inhu tahun 2017 diperkirakan Rp1,7 triliun. Artinya angka tersebut naik dari APBD Perubahan 2016, Rp1,5 triliun.
Namun jika dibandingkan dengan APBD murni tahun 2016 memang terjadi penurunan dari Rp1,8 triliun.
Diakui sekretaris Bappeda Inhu, Bobby Rahmat bahwa untuk Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2017 sedang dilakukan penyusunan pada tingkat eksekutif.
"Bulan Juli lalu sudah diserahkan ke DPRD Inhu, namun dikembalikan lagi oleh DPRD, ucap Bobby.
Alumni IPDN ini menjelaskan, pengembalian tersebut dilakukan agar KUA PPAS tersebut bisa disesuaikan dengan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang telah disahkan oleh DPRD Inhu dengan beberapa perubahan dinass atau badan serta bidang.
Dikatakannya juga, untuk prediksi anggaran pada tahun 2017 mendatang memang Rp1,7 triliun lebih, namun itupun belum bisa dipastikan, karena saat ini dari pemerintah pusatpun serba tidak pasti, terutama untuk sumber pedapatan daerah sseperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Sementara itu Bupati Inhu, H Yopi Arianto SE mengungkapkan bahwa untuk penyusunan SOPD baru akan segera dilakukan dan terkait tupoksi bidang juga sudah dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup).
"Untuk seleksi pejabat akan segera dilakukan sehingga nantinya akan bisa mengisi jabatan sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan dinas dan Badan, tegasnya.
Menurut orang nomor satu di Inhu ini, saat ini proses untuk seleksi dan penyusunan lainnya sedang dilakukan dan segera akan dilaksanakan, agar pada tahun 2017 mendatang, semunaya sudah efektif terlaksana, mengingat APBD juga disusun berdasarakan OPD baru.
Namun diakui Bupati, untuk gedung masih ada kekurungan, karena adanya penambahan dinas pada OPD yang baru.
"Ada kurang dua atau tiga kantor untuk dinas atau badan yang baru dan untuk itu akan segera dibangun. Untuk sementara nantinya akan dicari solusi untuk penempatan sementara Satuan kerja tersebut, tambahnya. (R18/MC)