Tim Gabungan Padamkan Karhutla 10 Hektare di Lahan Gambut Pelalawan

Tim Gabungan Padamkan Karhutla 10 Hektare di Lahan Gambut Pelalawan

PELALAWAN (RIAUSKY.COM) - Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di kawasan habitat Harimau Sumatera, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, pada Rabu (19/8/2026). Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan lonjakan titik panas di Provinsi Riau yang mencapai angka tertinggi pada pekan ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 87 titik panas terdeteksi tersebar di berbagai wilayah Provinsi Riau. Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 12 titik jika dibandingkan dengan pemantauan sehari sebelumnya yang berada di posisi 75 titik panas.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, menyatakan bahwa Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan 40 titik.

"Angka tersebut mendominasi dan menyumbang hampir separuh dari total keseluruhan titik panas yang terdeteksi di Provinsi Riau," kata Mari.

Selain Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir turut mencatatkan kemunculan 21 titik panas yang disusul oleh Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 11 titik dan Kabupaten Kampar enam titik. Sementara itu, Kabupaten Bengkalis terdeteksi memiliki empat titik panas, Kabupaten Siak tiga titik, serta Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai masing-masing satu titik.

Secara regional, total titik panas di Pulau Sumatera kini menembus angka 603 titik dengan Provinsi Sumatera Selatan sebagai daerah tertinggi yakni 212 titik. Riau menempati posisi ketiga terbanyak setelah Kepulauan Bangka Belitung yang mencatatkan 100 titik panas pada hari yang sama.

Meskipun ancaman karhutla masih tergolong tinggi, BMKG mendeteksi hujan sudah mulai mengguyur beberapa wilayah di Provinsi Riau.

"Kendati hujan berpotensi membasahi lahan yang kering, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan," ujar Mari menambahkan.

Kondisi karhutla paling parah terpantau di lahan gambut Kelurahan Kerumutan yang memicu kabut asap pekat di sekitar lokasi. Lahan yang terbakar tersebut berada di dalam wilayah konservasi yang menjadi ruang jelajah vital bagi satwa dilindungi Harimau Sumatera.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, memimpin langsung operasi darurat pemadaman api di kawasan rawan tersebut. Ia menetapkan strategi taktis dengan membangun posko komando di bibir area kebakaran untuk mempermudah jalur komunikasi dan koordinasi tim gabungan.

Operasi ini melibatkan kekuatan dari berbagai instansi terkait guna mencegah meluasnya jangkauan api di lahan gambut kering.

"Sebagai langkah upaya pemadaman, kami menerjunkan 42 personel Polres Pelalawan beserta jajaran polsek yang dibantu oleh prajurit TNI, masyarakat, dan pihak perusahaan," kata John.

Proses pemadaman menghadapi kendala akibat ketebalan lahan gambut yang menyimpan bara api hingga ke lapisan dalam bumi. Kondisi ini memicu kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang serta pernapasan para petugas di lapangan. Tantangan tim gabungan semakin bertambah akibat keterbatasan sumber air dan lokasi yang sulit dijangkau kendaraan operasional.

"Beberapa kendala kita di lapangan seperti cuaca panas, angin kencang, dan sumber air minim sekali dengan jarak tempuh ke lokasi sekitar 25 kilometer," ucap John.

Untuk mempercepat pemadaman, sebanyak lima unit ekskavator dikerahkan guna memotong jalur api, sedangkan helikopter pembom air melakukan pemadaman dari udara. Sinergi ini berhasil menjinakkan api di permukaan, namun tim gabungan masih bersiaga melakukan proses pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam.

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional