RENGAT (RIAUSKY.COM) - Melalui Anggaran Pendapatan Belanja dan Negara (APBN) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tahun 2016 akan melaksanakan pembangunan Rumah Layak Huni sebanyak 200 unit untuk warga kurang mampu.
"Sebelum terlaksana ada baiknya tim melakukan peninjauan ulang terhadap penerima RLH tersebut. Pasalnya dari data nama yang menerima RLH sebagian adalah orang yang ekonomi menengah keatas," kata Dedi, tokoh masyarakat di Inhu, Senin, 7 November 2016.
Sebab, kata Dedi, program Rumah Layak Huni (RLH) maupun Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sering terjadi masalah penerima yang tidak tepat sasaran dan dugaan mark-up harga barang.
"Untuk itu kita berharap sekali tim pelaksana untuk benar-bnar meninjau kondisi rumah dan ekonomi warga yang bakal terima RLH untuk tahun 2016," paparnya.
Jangan sampai, lanjutnya, terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa yang dapat RLH diduga adalah orang yang miliki kebun sawit dan karet, kerja di perusahan, PNS dan keluarga perangkat atau pejabat.
"Jadi, sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai, kita minta tim survei betul-betul meninjau ulang warga penerima program RLH maupun BSPS yang dianggarkan menggunakan uang negara tersebut," pungkasnya.
Ketua Teknis RLH Kabupaten Inhu Andre Arzil ST saat dikonfirmasi melalui selulernya, membenarkan bahwa akan ada pembangunan 200 unit rumah untuk masyarakat miskin di Inhu.
"Benar, melalui APBN kita akan melaksanakan pembangunan RLH sebanyak lebih kurang 200 unit rumah layak huni untuk warga kurang mampu. Untuk 200 unit rumah dengan nilai dana Rp 1,5 milar, 200 unit RLH tersebut untuk kabupaten Inhu dibagi 14 kecamatan. Kegiatan RLH ini semua dari provinsi, sedangkan dari kabupaten cuma teknis saja, dan saya dipercaya untuk menjadi Ketua Teknis di Inhu," singkatnya. (R18)