PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sejumlah perbuatan sadis dan mengerikan ternyata dilakukan dua tersangka pelaku pembunuhan Ziko Agustari di Jalan Belimbing, gang Anggur, Marpoyan Damai.
Beberapa tindakan sadis tersebut diantaranya penikaman terhadap Ziko yang dilakukan belasan kali hingga tersungkur. Tikaman tak hanya menghunjam ke tubuh, namun juga sampai ke kemaluan korban.
Selain ditikam, kepala korban Ziko yang berasal dari Bengkulu juga sempat dihantam dengan barbel angkat berat sehingga sempoyongan oleh kedua tersangka pelaku, Ln (23) dan Ao (20).
Setelah benar-benar tewas, keduanya lantas membuang tubuh Ziko ke Jalan Air Hitam di sekitaran Gardu Induk PLN tidak jauh dari Perumahan Griya Taman Melati, Kecamatan Payung Sekaki.
Saat ditemukan, Ziko sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Di tubuhnya ditemukan belasan bekas luka tikaman benda tajam. Bahkan, ususnya juga ikut terburai ke luar karena tercabik-cabik kekjaman para pelaku yang tak lain juga masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Pada bagian kepala, aparat juga menemukan bekas hantaman benda keras yang diduga adalah disebabkan hantaman barbel oleh salah seorang pelaku.
Seluruh peragaan tersebut diungkapkan dalam pra rekonstruksi yang dilakukan aparat Polresta Pekanbaru uang dilaksanakan Rabu, 9 Nopember 2016 siang tadi.
proses rekonstruksi sendiri dilakukan dalam 18 kali adegan dimulai dari pertama sekali korban mendatangi tempat tinggal kedua pelaku di petak lima Gang Anggur, Jalan Belimbing.
Warga yang awalnya hanya ingin menyaksikan proses rekonstruksi juga sempat bergidik manakala menyaksikan proses pengenalan awal dimana pembunuhan bermula. Mereka pun sempat mengaku ngeri karena pembunuhan yang dilakukan terhadap korban begitu keji.
Namun, dari sejumlah warga yang menetap di sekitar lokasi pembunuhan, banyak juga diantara mereka yang mengetahui peristiwa ini akhirnya pindah tempat tinggal.
''Ada yang ngakunya takut dan ngeri dengan peristiwa itu. Mereka trauma melihat ada banyak ceceran darah di rumah pelaku. Ada juga yang takut akan ikut bersaksi untuk peristiwa ini dan memilih pindah rumah,'' kata sejumlah warga.
"Sejauh ini, ada 18 adegan yang dilakukan.Jadi mulai korban datang ke kos kedua pelaku, hingga korban dibunuh dan dibuang," ujar Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Rachmat Wibowo kepada wartawan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pembunuhan terhadap Ziko Agustari terjadi pada Kamis, 20 Nopember 2016 lalu.
Mayat Ziko ditemukan sejumlah warga saat melintas di sekitar lokasi buangan sampah di Jalan Air Hitam, Gardu PLN, Kecamatan Payung Sekaki.
Saat berlangsungnya pra rekonstruksi pembunuhan Ziko Agustari, sejumlah aparat kepolisian menggunakan seragam lengkap dan menggunakan senjata laras panjang juga ikut berjaga mengantisipasi kemungkinan gangguan. (R07/i)