BANGKINANG (RIAUSKY.COM) - Akibat tingginya curah hujan yang terjadi setiap hari dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah masyarakat di bagian hilir Waduk PLTA Koto Panjang mulai resah jika sewaktu-waktu terjadi banjir.
Masyarakat saling bertanya untuk meminta informasi berapa ketinggian air di waduk PLTA Koto Panjang. Masyarakat tak jarang juga bertanya kepada media ini apakah PLTA mulai melakukan pembuangan air secara besar-besaran.
Seperti pengalaman tahun sebelumnya, masyarakat kalang kabut menghadapi banjir akibat naiknya permukaan air Sungai Kampar secara tiba-tiba akibat pelepasan air dari Waduk PLTA Kot Panjang.
Terkait hal itu, Manajer Pusat Listrik Unit Waduk PLTA Koto Panjang, Bayu Tuk Windriyo kepada wartawan menyampaikan tinggi elevasi di Waduk PLTA Koto Panjang 79,72 meter di atas permukaan laut, Rabu malam (1/3/2017) naik menjadi 79,80 mdpl. Ini diakibatkan terjadinya peningkatan volume air masuk atau inflow dari daerah hulu.
Tercatat hingga pukul 19.00 WIB, inflow mencapai 634 meter kubik per detik. Padahal pada Rabu siang, inflow sempat normal yakni rata-rata 100-300 meter kubik per detik.
Bayu mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kampar dan yang beraktivitas di aliran Sungai Kampar hilir waduk agar waspada.
Ia mengaku tidak dapat memastikan kapan pintu buangan atau limpahan (spillway gate) air ke aliran Sungai Kampar akan dibuka. Ia berjanji akan menyampaikan informasikan ke pemerintah daerah dan instansi terkait kalau spillway gate akan dibuka. (R10/Skc)