Parah, Begini Kondisi Wanita Cantik yang Disiram Pakai Air Keras oleh Pacarnya

Selasa, 07 Maret 2017 | 15:39:43 WIB
Korban saat mendapatkan perawatan di rumah sakit
MOJOKERTO (RIAUSKY.COM) - Keinginan Lamaji, 38, warga Dusun/Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, meminang Dian Wulansari, alias Citra, 24, warga Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, bakal kandas lantaran tragedi penyiraman air keras itu. 
 
Padahal, dari rencana yang ada, keduanya bakal melanggengkan jalinan asmaranya pada bulan April tahun ini. Kini, keduanya justru menghadapi permasalahan yang cukup serius.
 
Lamaji kali pertama mengenal Dian Wulansari tahun 2010. Dia bertemu di salah satu tempat karaoke di Kota Mojokerto. Dian alias Citra yang menjadi pemandu lagu menemaninya bernyanyi atau karaoke. 
 
Sejak pertemuan itu, keduanya terus berkomunikasi. Tak jarang keluar bersama. Status Lamaji sendiri sudah berkeluarga. Bahkan, sudah dikaruniai tiga anak.
 
Waktu berjalan, hubungan asmara keduanya berlanjut. Dan, Lamaji berusaha mengarahkan Dian agar meninggalkan aktivitasnya menjadi pemandu lagu di tempat karaoke. Salah satu usahanya, Dian dikuliahkan di salah satu perguruan tinggi swasta di Mojokerto. 
 
Seluruh keperluan biaya perkuliahan ditanggung Lamaji yang sehari-hari bekerja serabutan. Dan hingga kini, kuliah Dian belum tuntas. Masih semester akhir.
 
Bahkan, karena hubungan asmara keduanya, Lamaji memilih menceraikan istrinya dan meninggalkan anak-anaknya pada tahun 2016. Keputusan itu diambil menyusul keinginannya menikahi Dian. Namun, dua bulan terakhir, Dian yang awalnya sempat berhenti bekerja sebagai pemandu lagu, kembali terjun ke dunianya.
 
Sejak itu, Lamaji merasakan ada perubahan sikap Dian. Hingga akhirnya Lamaji nekat membuntuti dan menyiramkan air keras. 
 
Akibat permasalahan tersebut, Lamaji kini harus mendekam di jeruji besi Mapolsek Puri. Sedangkan, Dian, kekasihnya, menjalani perawatan medis lantaran mengalami luka bakar akibat ulah Lamaji. Dian disiram air raksa atau air keras oleh Lamaji saat tepergok berduaan bersama Solehudin, 43, pria yang diduga kekasih baru korban.
 
Keputusan nekat itu dilakukan di depan SPBU Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Minggu (5/3) sekitar pukul 01.30. "Rencananya mau saya nikahi bulan empat," ungkap Lamaji saat ditemui di Mapolsek Puri.
 
Sayangnya, rencana itu kandas di tengah jalan lantaran Dian yang juga berstatus mahasisiwi di salah satu kampus di Mojokerto, terpergok selingkuh dengan Pria Idaman Lain (PIL) warga Desa Canggu, Kecamatan Jetis. Hal itu terungkap setelah Lamaji melakukan pengintaian terhadap Dian. 
 
"Sudah 6 tahun kami menjalin hubungan. Keluarga juga sudah sama-sama kenal," tambahnya lirih.
 
Bahkan, keinginan pelaku, pada bulan April 2017 nanti, dia akan menghalalkan atau menikahi Citra, panggilan tenar Dian. "Motifnya cemburu, calon istrinya dipergoki dengan pria lain,’’ ungkap Kapolsek Puri, AKP Airlangga Pharmady, kemarin (6/3).
 
Hasil pemeriksaan, penganiayaan berat sudah direncanakan jauh hari oleh pelaku. Itu setelah pelaku curiga dengan perubahan sikap korban belakangan ini. "Sementara air keras ini didapatkan dari tetangganya yang juga perajin perak," tegasnya.
 
Airlangga, menjelaskan, pelaku melakukan pengintaian sejak Sabtu (4/3) pukul 19.00. Mulai dari kos-kosan hingga kafe di Jl Empunala Kota Mojokerto sekitar pukul 10.00. Saat itu, pelaku sudah menyiapkan air keras dalam kaleng susu. 
 
Tak berhenti di situ, korban yang sudah dicurigai sejak dua bulan terakhir itu juga dibuntuti berpindah kafe di kawasan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto.
 
Di kafe tersebut, pelaku mengetahui Dian bertemu PIL-nya, Solehudin. Tak lama berselang, keduanya keluar menggunkan mobil Honda Brio warnah putih nopol S 1141 SR milik korban.
 
"Dari situ, pelaku yang sakit hati, nekat melakukan penyiraman ini,’’ katanya. Selain Dian, Solehudin juga mengalami luka bakar. "Kena cipratan di bagian paha," pungkasnya.
 
Alami Luka Bakar Serius
Berdasarkan perkembangan terakhir, wanita asal Desa/Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto itu, dinyatakan mengalami luka bakar yang cukup parah.
 
Tak kurang dari 54 persen dari tubuhnya dinyatakan melepuh akibat siraman cairan aira keras (Hg) itu. Sebagai antisipasi, Citra telah dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya mulai Senin sore (6/3). Selain fasilitas yang memadai, rujukan tersebut guna mengidentifikasi lebih cepat atas luka yang dialami.
 
Hal tersebut yang diakui Rudi Cahyo Nugroho, dokter spesialis bedah RS Gatoel, yang menangani Citra ketika ditemui awak media, Senin siang. Secara umum, kondisi wanita 24 tahun ini, dikatakan Rudi, berangsur-angsur membaik dan stabil sejak kali pertama masuk di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat). 
 
"Kondisinya cukup stabil. Cuman bagian wajah, dada lengan kanan kiri, perut, sampai paha kiri dan kanan muncul kayak terbentuk semacam bula atau balon isinya adalah cairan,’’ terangnya.
 
Rudi mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin dalam menyelamatkan nyawa dan meminimalisir luka yang diderita korban. Salah satunya yakni membersihkan zat Hg yang masih menempel di seluruh lapisan kulit. Hal ini untuk mencegah luka bakar menjalar lebih luas sampai ke kulit bagian dalam. 
 
Kemudian pasien dibawa ke ruang ICU untuk dilakukan observasi sejauh mana luka yang diderita korban. "Kita juga tangani untuk menghilangkan efek lukanya. Untuk penanganan lebih, kita sepakat untuk membawanya ke RSU dr Soetomo," tambahnya.
 
Rudi tak menampik jika luka yang dialami korban tergolong cukup parah. Ini tak lepas dari hasil pemeriksaan sementara yang menyatakan mata kanan korban bermasalah, terutama di bagian kornea. Pasalnya, selain tersiram air raksa, mata sebelah kanan korban juga tertempel softlens yang leleh hingga sulit untuk diambil. 
 
"Ya, itu makanya kita enggak berani langsung terlalu agresif untuk membersihkan. Karena nanti takutnya malah melukai. Hanya kita tetesi," imbuh Rudi.
 
Rudi melanjutkan, kondisi terparah selain mata adalah seluruh wajah dan dada bagian tengah. Tingkat melepuhnya bisa dikatakan berpeluang merusak sel jaringan kulit luar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa menjalar ke kulit bagian dalam.
 
Rudi menyebut, fenomena Citra bisa disepadankan dengan Lisa atau Siti Nur Jazilah, manusia face off yang juga pernah tersiram air keras. "Kalau sembuh, Lisa juga bisa sembuh. Cuman fungsi organnya seperti kelopak mata atau kornea kan bisa mengalami kebutaan. Dan itu segera harus dievaluasi oleh tim dari dr Soetomo," ungkap Rudi.
 
Rudi menambahkan, dimungkinkan Citra akan langsung menjalani operasi hingga berkali- kali tergantung dari jenis kulit dan grade luka yang dialami. Namun sebelum itu, ia terlebih dulu diobservasi selama kurang lebih 2 sampai tiga minggu ke depan. Hal ini untuk mengetahui kondisi luka sebagai dasar operasi yang akan dilakukan. 
 
"Bisa dalam, atau bisa sampai grade III. Tapi belum apakah cacat permanen karena belum ada evaluasi sampai operasi," pungkasnya. (R02/Jpg)

Terkini