ASTAGA...PT Nagamas Lepas Tangan, Warga Pungut Minyak Sawit Tumpah Campur Lumpur di Tepi Laut Dumai

Ahad, 30 Juli 2017 | 00:49:52 WIB
Cairan sterarin yang tumpah masih berserakan di bibir pantai bahkan sampai mengenai sampan nelayan.

DUMAI (RIAUSKY.COM)- Puluhan ton bahan baku Crude Palm Oil (CPO) setengah jadi jenis Stearin milik perusahaan PT Nagamas Palm Oil tumpah dan memenuhi laut Kota Dumai. 

 

Kejadian ini terjadi di Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Jumat (28/7/17) sekitar 03.40 WIB. Hingga pagi menjelang siang permukaan laut Dumai masih dipenuhi minyak Stearin tanpa ada upaya pembersihan oleh pihak perusahaan. 

 

Pantauan di lapangan, perusahaaan PT. Nagamas Palm Oil tidak ada keseriusan untuk membersihkan tumpahan minyak. Pihak perusahaan lakukan pembersihan minyak tumpah dengan kain yang diperas serta ember dan tangguk ikan. 

 

Ironisnya, pada saat kejadian tidak nampak adanya pemasangan oil boom. Padahal sesuai aturan, perusahaan industri pengolah minyak sawit harus menyediakan oil boom saat kejadian. Setelah lebih kurang 4 jam dari kejadian barulah terlihat Oil boom dipasang oleh mereka. Dan dari informasi yang didapat perlengkapan Oil bom tersebut milik dari PT Pelindo I Dumai bukan dari PT Nagamas. 

Cairan stearin yang mengendap di lumpur kini dipungut oleh sejumlah warga. konon ada pengepul yang menginginkannya.

Wartawan traju news  melakukan pantauan di lapangan, Terlihat pihak perusahaan hanya pasrah dengan kejadian ini dan tidak tampak keseriusan dari perusahaan dalam menangani masalah tumpahan ini. 

 

Itu dibuktikan dari 04.30 wib pagi hingga 17.30 sore di hari Jumat dan diperkirakan terhitung 14 jam lamanya dari kejadian  tumpahan minyak bahan baku margarin tersebut, namun minyak berjenis stearin itu masih berserakan di dasar pesisir sekitaran dermaga pokala PT Pelindo I Dumai merupakan lokasi kejadian. 

 

Di lokasi wartawan menemukan pemandangan tidak pantas terjadi. Segerobolon warga datang ke lokasi dan mengutip minyak stearin yang telah bercampur lumpur tersebut untuk dijual kepada pengepul minyak. Artinya tanggung jawab perusahaan untuk melakukan pembersihan diambil alih oleh warga sekitar. 

 

Badrun salah seorang pengepul kepada wartawan mengatakan minyak tersebut dijual dengan harga Rp. 1500 hingga Rp. 3000 perkilo nya. 

 

“Kami lihat tidak ada pihak perusahan yang mau membersihkan minyak ini baru kami berani untuk mengambil nya bang. Itu pun minyak sudah lengket dengan lumpur hitam pantai bang,” ujarnya seraya melanjutkan aktivitas. (R-12)

Sumber berita: trajunews

Terkini