BANGKINANG (RIAUSKY.COM) - Seorang remaja putri yang hanyut di Sungai Kampar di Desa Kumantan, Kecamatan Bangkinang Kota, Minggu (30/7/2017) sore diduga bunuh diri karena depresi. Ia depresi karena sering terkena kesurupan.
Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto melalui Kapolsek Bangkinang Kota Iptu Habibahnil dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (31/7/2017) mengatakan, korban bernama Elva Susanti (16), warga Jalan Cik Ditiro Gang Istifar Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota yang masih berstatus sebagai pelajar ini diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke Sungai Kampar.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Kharudin alias Ocu Pendek (50) warga Desa Batu Belah Kecamatan Kampar saat sedang bekerja mencari batu dan Lukman (45) warga Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota.
Menurut keterangan Lukman, pada hari Minggu (30/7/2017) sekira pukul 17.00 WIB, dirinya melihat Khairudin alias ocu Pendek sedang mencari batu di sungai dan pada waktu bersamaan melihat Elva berlari menuju sungai.
Melihat Elva berlari menuju sungai, Lukman berusaha melarangnya, namun Elva bersikeras berlari menuju sungai sembari berkata “Saya mau mati”, dan selanjutnya menceburkan dirinya ke sungai.
Berselang beberapa saat, Elva sudah berada di tengah sungai dan hanyut tenggelam, mengetahui hal ini anak-anak yang saat itu berada di pinggir sungai berlari menuju rumah korban dan memberitahukan kepada orang tua korban.
Kemudian, ibu korban datang ke TKP dan ikut mencari korban bersama warga lainnya, namun usaha pencarian tidak membuahkan hasil dan wargapun memberitahukan kejadian ini ke Polsek Bangkinang Kota dan Polres Kampar.
Hingga pukul 09.45 WIB, Senin (31/7/2017), korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh Tim Gabungan Polsek Bangkinang Kota, Basarnas, BPBD Kampar, Tagana dan masyarakat Desa Kumantan.
Lebih lanjut disampaikan Kapolsek, berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun dari saksi-saksi, diprediksi korban melakukan bunuh diri karena depresi akibat penyakit yang dialaminya, dimana korban sering mengalami kesurupan. Hingga saat ini petugas gabungan masih bekerja keras untuk menemukan korban, jelas Kapolsek mengakhiri pembicaraannya.
Ketua Harian FK Tagana Kabupaten Kampar Suherman Eka Surya, ketika ditanya mengatakan, sampai saat ini masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan dari Tagana Kabupaten Kampar sebanyak tujuh orang personil yang di komandoi oleh Kasi Parlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kampar.
Kemudian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar dua tim, dari kepolisian. PSM Kabupaten Kampar dan dari SAR Pekanbaru serta masyarakat. (R10/Skc)