PASIRPENGARAIAN (RIAUSKY.COM)- Ulah dua orang misterius ini bikin geger Kota Pasirpengaraian, Senin (25/9/2017) siang lalu.
Bayangkan, bila orang lain harus bersusah payah mengumpulkan uang rupiah demi rupiah dengan banting tulang peras keringat, keduanya sebaliknya.
Hanya dalam hitungan 10 menit, keduanya langsung sukses menggondol uang sebesar Rp497 juta atau hampir setengah miliar.
Mereka juga tak berepot-repot, karena, hanya bermodalkan busi atau batu untuk mendapatkannya. Ptakkkk...brak...kaca samping kiri mobil Agya berwarna biru yang terparkir di depan Kantor Dinsos PPPA Rohul, langsung berderai dan dengan cekatan mereka beraksi membawa lari uang hampir setengah miliar yang terletak di lantas jok penumpang mobil yang saat itu ditinggal kosong.
Mereka juga ternyata cukup profesional. Bayangkan, hanya 10 menit saja pemilik mobil lalai, uang yang rencananya akan diperuntukkan membayar sejumlah kegiatan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Rohul hilang tak berbekas.
Pemilik mobil yang juga Bendahara Dinas Sosial dan pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), Khairul Azis (35) baru sadar dia baru saja menjadi korban maling pecah kaca begitu melihat kaca samping kiri mobilnya sudah pecah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.10 WIB siang sepulangnya dari mengambil uang tersebut dari BRI Cabang Pasir Pengaraian.
Total uang tunai yang ada di dalam mobilnya yakni sebesar Rp497.260.200.
Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan Novianto SIK membenarkan laporan tersebut.
Dia juga menjelaskan, dari ketrangan korban, saat kejadian kondisi Kantor Dinsos PPPA Rohul sedang sepi.
Awalnya, ungkap AKP M. Wirawan Novianto, Senin siang sekira pukul 13.50 WIB, Khairul Azis, warga RT 002/ RW 003 Dusun Batang Samo, Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah pergi ke bank BRI Cabang Pasirpangaraian untuk mengambil dana kegiatan Dinsos PPPA Rohul sebesar Rp 497.260.200.
Sebelum menuju kantor Dinsos PPPA Rohul di Komplek Perumahan Pemkab Rohul di Desa Pematang Berangan, uang hampir Rp500 juta dibungkus plastik asoy hitam yang baru diambil dari bank BRI diletakkan pelapor di lantai mobil dekat jok depan sebelah kiri.
Sesampainya di kantor Dinsos PPPA Rohul, pelapor masuk ke kantor untuk mengambil rekapan pajak kegiatan. Sedangkan uang tunai ratusan juta ditinggal di dalam mobil Toyota Agya warna biru milik pelapor yang diparkirkan di depan kantor.
Sepuluh menit berada di dalam kantor Dinsos PPPA Rohul, pelapor kembali ke mobil dan melihat kaca samping bagian kiri sudah pecah.
"Pelapor melihat uang yang di bungkus plastik hitam sudah tidak ada lagi," ungkap AKP M. Wirawan dan mengaku pelapor langsung menghubungi Kepala Dinsos PPPA Rohul Drs. Marjoko untuk melaporkan uang untuk pembayaran kegiatan telah hilang.
Marjoko selanjutnya memerintahkan Khairul untuk melaporkan kejadian ke Polres Rohul untuk ditindaklanjuti, sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/ 94/ IX/ 2017/ Riau/ Res Rohul, tanggal 25 September 2017.
"Saat ini pelaku sedang proses Lidik," tutup AKP M. Wirawan kepada riauterkini, Selasa (26/9/17).(R05)