PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) bagi Tenaga Kependidikan (tendik) pada Senin (15/6/2026) pagi di Auditorium Kampus Utama Umri. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja sebagai upaya penguatan nilai-nilai Islam, Kemuhammadiyahan, serta peningkatan disiplin dan profesionalisme dalam menjalankan tugas di lingkungan kampus.
Pembinaan dan pengarahan disampaikan langsung oleh Wakil Rektor II Umri, Dr H Baidarus, MM MAg. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya membangun budaya Islami yang menjadi identitas dan kekuatan utama perguruan tinggi Muhammadiyah.
Menurutnya, sesuai dengan Standar Mutu AIK yang ditetapkan oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, setiap civitas akademika, termasuk tendik, memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan budaya Islami dalam kehidupan kampus sehari-hari.
“Budaya Islami bukan sekadar slogan, tetapi harus tampak dalam perilaku, kedisiplinan, etika kerja, cara berbusana, hingga komitmen menjalankan ibadah. Seluruh tendik harus menjadi teladan bagi mahasiswa dalam membangun lingkungan kampus yang religius, tertib, dan berkemajuan,” tegas Dr Baidarus.
Dalam arahannya, Wakil Rektor II memberikan perhatian khusus terhadap penerapan standar berpakaian di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya menjaga kedisiplinan, etika, dan citra institusi. Ia menegaskan bahwa petugas keamanan (security) memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan setiap sivitas akademika maupun tamu apabila belum memenuhi ketentuan berpakaian yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya tertib dan mencerminkan nilai-nilai akademik serta keislaman yang menjadi karakter Umri.
Selain itu, Dr Baidarus, menegaskan komitmen Umri sebagai kawasan tanpa rokok. Ia mengimbau seluruh sivitas akademika, untuk tidak merokok di lingkungan kampus. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Umri untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga kampus. Terhadap setiap pelanggaran atas ketentuan tersebut, Umri akan menerapkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kampus Muhammadiyah harus menjadi lingkungan yang sehat, bersih, dan mencerminkan nilai-nilai Islami. Karena itu, kita harus memiliki komitmen bersama untuk menjaga marwah kampus, termasuk dengan tidak merokok di area kampus,” ujarnya.
Dalam hal ibadah, Wakil Rektor II menekankan pentingnya bagi tendik laki-laki untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid kampus. Sementara, tendik perempuan dianjurkan untuk turut meramaikan masjid dan berperan aktif dalam menciptakan ketertiban mahasiswa saat pelaksanaan ibadah.
Pada kesempatan tersebut, Dr Baidarus juga mengajak seluruh tendik untuk memperkuat keterikatan dengan Persyarikatan Muhammadiyah melalui kepemilikan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), penggunaan aplikasi MASA (Muhammadiyah Apps), pembayaran iuran anggota, serta aktif berpartisipasi dalam kegiatan Pimpinan Ranting atau Cabang Muhammadiyah (PR/PCM) di wilayah masing-masing.
“Keaktifan dalam Persyarikatan Muhammadiyah merupakan bagian dari penguatan ideologi dan loyalitas kita sebagai keluarga besar Muhammadiyah. Ke depan, aktivitas di Persyarikatan juga akan menjadi salah satu aspek penilaian kinerja pegawai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Umri akan terus melakukan penyempurnaan sistem penilaian kinerja pegawai dengan mengadopsi praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan di beberapa PTMA. Penilaian tersebut nantinya akan berbasis pada capaian tugas pokok dan fungsi (tupoksi), kedisiplinan, kompetensi, aktivitas Persyarikatan, serta pengembangan diri pegawai.
Ia meminta setiap pimpinan unit segera menyusun dan menetapkan tupoksi yang jelas bagi seluruh tenaga kependidikan sehingga kinerja dapat diukur secara objektif dan terarah. Ke depan, universitas juga akan menerapkan sistem tunjangan berbasis kinerja dan produktivitas pegawai.
Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, tendik didorong untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai program sertifikasi yang relevan dengan bidang tugas masing-masing. Pengajuan sertifikasi diharapkan berasal dari unit kerja dengan disertai kebutuhan dan alasan yang jelas.
Selain itu, Dr Baidarus juga menegaskan pentingnya peningkatan hafalan Al-Qur’an yang akan menjadi bagian dari pengembangan karier pegawai. Ia menyebutkan bahwa hafalan surat menjadi salah satu persyaratan awal, yang akan terus ditingkatkan seiring jenjang karier dan kepangkatan pegawai.
Menutup arahannya, Dr Baidarus mengajak seluruh tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat disiplin kerja, serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Umri.
“Kita ingin Umri tumbuh menjadi universitas yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami. Untuk mewujudkannya, diperlukan komitmen bersama dari seluruh tendik agar senantiasa bekerja dengan disiplin, meningkatkan kompetensi, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam setiap aktivitas,” pungkasnya. (Muhansir)
Listrik Indonesia

