BANGKINANG (RIAUSKY.COM) - Wanita cantik berinisial SR (32) yang kedapatan memiliki 40 butir pil PCC setelah digeledah usai tertangkap berbuat mesum dengan seorang lelaki RP alias RD (23) di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, mengaku berstatus sebagai janda dan memiliki dua orang anak.
Namun, iaa mengaku sudah berpisah dengan suaminya selama dua tahun terakhir. Kedua orang anaknya kini tinggal di Medan, Sumatera Utara bersama orang tuanya.
Sementara Ia telah menetap di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar selama enam tahun.
Saat ini dia tinggal di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Di rumah ini pula ia ditangkap warga bersama kekasihnya itu, Selasa (3/10/2017) pagi. Mereka dituduh warga berbuat mesum oleh warga.
Dari sinilah ikhwal ia kedapatan memiliki 40 butir pil PCC setelah dilakukan penggeledahan oleh Tim Opsnal Polsek Tambang diback up Sat Narkoba Polres Kampar. Bersama teman prianya ini juga ditemukan sisa sabu-sabu dan alat penghisap sabu-sabu.
Sejak berpisah dengan suaminya ia harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan keluarganya dan baru-baru ini lebih memilih bekerja di tempat hiburan melayani tamu yang ingin dugem dan karaoke.
"Saya memang tinggal di Kubang (maksudnya di Teluk Kenidai red) tapi jarang pulang ke rumah. Malam itu saya baru pulang ke rumah. Saya cape sekali, ngantuk. Kami baru pulang dari hotel kok. Tapi benar-benar apes dan ditangkap warga. Jujur kami tak ada ngapa-ngapain, kami pakai kain kok saat ditangkap warga," tutur SR yang didampingi personil Satpol Narkoba Polres Kampar seperti dimuat suarakampar.com.
SR mengaku baru enam bulan terakhir mengkonsumsi pil PCC. Sekali konsumsi paling banyak tiga butir.
Ia mengakui, setelah menelan pil PCC ia merasa nyaman dan enak dibawa dugem dan karaoke dan ia mengaku tidak setiap hari mengkonsumsi pil ini.
Ia selalu mengkonsumsinya saat dugem bersama teman-temannya dan karaoke atau sedang melayani tamu dugem. "Bikin fly, efeknya bikin tenang gitu bang," kata SR.
Menurutnya, dia tidak pernah pernah sampai mabuk seperti anak-anak yang di Kendari yang heboh diberitakan media beberapa hari lalu.
"Kalau yang di Kendari itu bisa kaya gitu karena kebanyakan bang. Tapi ada juga kok teman aku sampai habis lima belas butir nggak apa-apa," imbuh wanita berusia 32 tahun ini tanpa malu-malu.
Menurutnya, yang membuat kondisi si pemakai mabuk tak karuan seperti di Kendari itu karena pil PCC telah dioplos. "Yang dipakai Tora Sudiro itu PCC juga bang," katanya.
Lantas, apa alasan lain ia memilih mengkonsumsi pil PCC? Selain membuat efek tenang dan bisa fly ketika menikmati hiburan, harga pil ini juga tergolong murah. Hanya Rp 6.000 perbutir.
"Satu kantong plastik itu isinya Rp 60.000, isinya sepuluh butir," bebernya. (R12)