RENGAT BARAT (RIAUSKY.COM)- Kekerasan dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini, caranya mungkin sangat tidak wajar dan mengerikan.
Seorang guru kelas SD Negeri Bukit Selasih Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berinisial S, Selasa (31/10/17) pagi tadi terpaksa diadukan oleh sejumlah Wali Murid kelas V ke pihak Sekolah lantaran diduga melakukan kekerasan saat proses belajar mengajar
Sejumlah Wali Murid antara lain, Werni, Asma dan Sumarsono, Anto dan Ani.
Seperti dilaporkan infoinhu, Di hadapan Kepala Sekolah SD Negeri Bukit Selasih dan wartawan, mereka mengungkapkan bahwa, anak-anak mereka mengadu, selama ini mendapat tindakan kekerasan dari guru kelas V berinisial S itu.
Saat dihadirkan di pertemuan itu, para murid itu bahkan ada yang mengaku dipukuli dengan martil, dengan gagang sapu ada juga yang kepala mereka ditokok. Diantaranya adalah Zaki, Firman, Fendi, Febi, Sergen Aidil Fajar dan Leni.
Zaki, Sergen dan Febi mengaku dipukul dengan martil atau palu, Leni dipukul dengan gagang sapu, Fendi dipukul dengan penggaris. Sedangkan Firman, kepalanya ditokok dengan tangan.
Werni, orang tua Febi menyatakan, terungkapnya hal ini ketika anaknya itu mengadukan masalah kekerasan yang diterima anaknya itu yaitu dipukul oleh oknum guru itu dengan martil.
Pengakuan ini pun kemudian berkembang dengan pengakuan anak-anak lainnya. Dan sebenarnya masih banyak lagi anak-anak yang korban pukulan oknum guru itu. Namun mereka takut tentang nasib anaknya yang sedang belajar di sekolah itu.
Asmah, wali murid lainnya, menyebutkan, semula mereka akan melaporkan masalah kekerasan ini ke Polisi.
Namun karena masalah ini diminta para wali murid untuk diselesaikan lebih dulu di sekolah bersama kepala sekolahnya.(R04/ibb)