Korban Perampokan, Mobil Go Car Ardhie Nur Aswan Ditemukan Hancur di Dasar Jurang di Karo

Senin, 27 November 2017 | 17:07:00 WIB
Mobil Suzuki Ertiga milik sopir Go-Car yang dilaporkan Hilang.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Aparat kepolisian mulai berhasil menemukan mobil Suzuki Ertiga Milik Ardhie Nur Aswan, Sopir Go-Car yang ditemukan tewas dibunuh di KM 57 Kandis-Samsam, kabupaten Siak.

Mobil bernomor polisi BM 1654 NV tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan hancur di dalam jurang di daerah Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara. 

Diduga, aksi tersebut sengaja dilakukan oleh para pelaku pembunuhan untuk menghilangkan jejak.

Aparat kepolisian Polresta Pekanbaru masih mengumpulkan sejumlah data yang akan menghubungkan motif dan siapa pelaku dari pembunuhan terhadap  sopir Go-Car yang juga mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru itu.

Kepada wartawan, Senin (27/11/2017) di Mapolresta Pekanbaru, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto mengungkapkan kasus ini diduga bermotifkan tindak perampokan.

"Ini diduga perampokan," kata Susanto.

Diduga, motif pembunuhan ini dilakukan untuk mendapatkan mobil. Setelah korban dibunuh, mobil lantas dibawa lari,'' ungkap dia. 

Namun begitu, Kapolresta Pekanbaru Susanto mengungkapkan pihaknya belum bisa membuka lebih jauh karena masih melakukan penyelidikan di lapangan.

''Petugas masih dilapangan untuk memastikan penyebab terbunuhnya Ardhie Nur Aswan,'' kata dia.

Saat ini, dari foto-foto yang beredar, disebutkan, mobil Suzuki Ertiga yang dikendarai Ardhie sudah dibawa ke Pekanbaru dan diamankan di Pusat Latihan Riau Safety Driving Center di Rumbai Pesisir, Pekanbaru.

Tengkorak dan tulang belulang Ardhie ditemukan dalam kondisi sudah tidak utuh pada 7 November 2017 lalu.

Mobil tersebut sudah dalam kondisi hancur hampir sebagian besarnya. Bahkan sudah nyaris tidak mirip mobil tersebut saat dilaporkan hilang pada 22 Oktober 2017 lalu.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, warga di Kilometer 57 Samsam-Kandis Kabupaten Siak menemukan tengkorak Ardhie Nur Aswan pada 7 November 2017 lalu. 

Setelah melalui proses identifikasi dan uji DNA, akhirnya apara kepolisian memastikan kalau mayat yang saat ditemukan sudah menjadi tulang belulang itu adalah jasad Ardhie Nur Aswan, sopir Go-Car yang dilaporkan hilang pada 22 Oktober 2017 lalu. 

Aparat kepolisian memastikan tengkorak dan pakaian yang ditemukan di KM57 Kandis-Samsam, Kabupaten Siak adalah milik Ardhie Nur Aswan.

Hasil tersebut diumumkan pasca pencocokan terhadap DNA keluarga dan tulang tengkorak juga gigi yang ditemukan di lokasi penemuan mayat pria yang bekerja sebagai sopir Go-Car tersebut. 

Kecocokan tersebut juga menjawab sejumlah asumsi pertama tentang penemuan celana dan baju kaos juga pakaian dalam milik korban yang oleh pihak keluarga sudah disebutkan semenjak awal adalah milik Ardhie.

Dengan penemuan itu juga, Polisi pun dipastikan harus bekerja keras untuk membongkar motif dibalik terbunuhnya Ardhie Nur Aswan. 

Namun, kuat dugaan, pria yang dilaporkan hilang pada 22 oktober 2017 lalu itu adalah korban pembunuhan dengan motif pencurian kendaraan bermotor. 

Kapolres Siak, AKBP Barliansyah kepada wartawan, Senin (13/11/2017) membenarkan hasil tersebut. Dia juga memastikan DNA tersebut sesuai dengan keluarga. ''Sudah, sudah ada hasil dan ada kecocokan. kita sudah koordinasikan dengan Polresta Pekanbaru,'' ungkap dia.

"Kita sudah terima hasilnya, dan kerangka serta tulang belulang tersebut adalah orang hilang yang dilaporkan ke Polresta Pekanbaru," imbuh Barli.

Disebutkan dia, dengan hasil tersebut, kepolisian juga akan menyelidiki motif dari kematian tersebut dan mencari posisi kendaraan milik korban yang dilaporkan hilang pasca kejadian sopirnya juga ditemukan hilang. 


Seperti diberitakan sebelumnya, pihak keluarga semenjak awal sudah meyakini kalau tengkorak yang ditemukan di KM 57 adalah milik Ardhie Nur Aswan.

Namun, sejumlah kecurigaan masih memerlukan uji DNA dan sampel lain yang bisa menguatkan kebenaran identitas dari tengkorak di maksud.

Apalagi, tengkorak tersebut sempat diduga terlalu cepat mengalami pembusukan, karena baru berlangsung sekitar 2 minggu pasca dilaporkan hilang. 

Mayat korban ditemukan pada 7 November 2017, sementara korban dilaporkan hilang pada 22 Oktober 2017 lalu.

Sejumlah pihak, khususnya keluarga percaya kalau kerangka itu adalah milik Ardhie Nur Aswan setelah menemukan baju kaos, tali pinggang dan celana levis yang digunakan (R05)

Terkini