Santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Isi Tausyiah di Masjid Taqwa Pangkalan Baru

Kamis, 30 November 2017 | 22:44:37 WIB

SIAK HULU (RIAUSKY.COM) - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, malam Jumat (1/12/2017) di Masjid Taqwa Pangkalan Baru, Siak Hulu-Kampar-Riau terasa Istimewa. 

Betapa tidak, generasi yang memiliki ilmu agama mumpuni dari Pondok Pesantren Bahrum Ulum Al-Islami, Pantai Raja dapat mengikis kehausan ilmu agama warga kampung nun jauh dari ibu kota kabupaten ini.

Dalam tausyiah yang disajikan dalam tiga bahasa (Arab, Inggis, Indonesia) oleh santri ini mengajak masyarakat untuk kembali mencontoh suri teladan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW yang dillahirkan pada Senin12 Rabiul Awal atau dikenal juga dengan tahun gajah. 

Ahli ilmu falak Mesir masa itu diceritakan santri ini, adalah kelahiran Nabi bertepatan dengan 20/22 April 571 M. Masa itu dikenal sebagai masa jahiliyah. 

Masa jahiliyah merupakan masa di mana kemampuan manusia di berbagai bidang ilmu pengetahuan, seni, sosial, budaya, niaga, politik/kekuasaan tidak dibimbing oleh nurani dan iman yang lurus. 

Oleh sebab itu pada periode awal yang dibenahi terlebih dahulu adalah masalah aqidah. Ayat-ayat yang turun pada periode awal (Makkiyah) adalah yang berhubungan dengan keimanan, ancaman dan pahala serta pengajaran dan budi pekerti. Sering pula masyarakat jahiliah diartikan sebagai bodoh. 

Hanya saja bila jahiliyah diartikan bodoh, maka sesungguhnya dari mereka telah banyak yang menguasai bidang seni dan sastra, niaga (bisnis), sosial, kekuasaan, siasat perang, sudah terdapat diantara mereka yang mengembara menuntut ilmu hingga sampai ke Madain di Persia (Iran sekarang), rasulullah pernah bersabda ‘tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina’, jadi mobilitas masyarakat masa itu sudah cukup tinggi, hingga pula ke negeri Syam (di Siria, Libanon, Palestina sekarang), Yaman dan lain-lain. Persoalannya adalah nurani dan iman yang lurus yang tidak mereka miliki. 

Terakhir disampai Satri dibawah bimbingan Uztad Novrianza SPdi mengajak para orang tua muslim untuk menyekolahkan anak-anaknya di pondok-pondok pesantren.

"Pesantren adalah benteng terakhir dalam penyelamatan akhlak generasi bangsa, jadi selamatkanlah mereka," tutupnya. (R09)

Terkini