Sinergi Eksekutif-Legislatif: DPRD Dukung Program Penyuluhan LGBT di Pekanbaru

Sinergi Eksekutif-Legislatif: DPRD Dukung Program Penyuluhan LGBT di Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) – Langkah taktis Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang mulai menggulirkan berbagai program pencegahan terhadap meluasnya perilaku sosial menyimpang mendapatkan respons positif dari kalangan legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru secara resmi menyatakan dukungan penuh atas kebijakan daerah tersebut. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat benteng moral masyarakat di tengah maraknya fenomena sosial yang dinilai kian meresahkan.

Dukungan tersebut secara gamblang disuarakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin. Ia menilai langkah Pemko Pekanbaru yang mulai menjalankan program komprehensif mulai dari pembinaan, penyuluhan, hingga penertiban langsung di lapangan sudah sangat tepat. Menurutnya, persoalan ini sudah menjadi atensi bersama sehingga penanganannya memerlukan tindakan nyata yang terukur dengan melibatkan seluruh elemen.

Legislator dari Pekanbaru ini turut memberikan apresiasi tinggi atas komitmen jajaran eksekutif yang tidak hanya fokus pada aspek penegakan aturan atau hukum semata, melainkan juga mengedepankan pendekatan edukatif yang humanis. Tekad memandang bahwa penanganan masalah ini harus dilakukan secara berkesinambungan agar akar persoalannya di tengah lingkungan sosial masyarakat dapat ditekan secara maksimal.

"Persoalan perilaku menyimpang ini memang sudah sangat memprihatinkan di Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, kami di legislatif mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemko dalam melakukan pencegahan secara masif melalui jalur pembinaan, edukasi, maupun tindakan penertiban di lapangan," ujar Tekad Indra Pradana Abidin, Jum'at (10/7/2026).

Lebih lanjut, Komisi III DPRD Pekanbaru menilai aspek edukasi mengenai bahaya serta dampak buruk dari perilaku tersebut perlu diperkuat sejak usia dini, khususnya di lingkungan sekolah. Tekad menekankan bahwa lembaga pendidikan formal seperti Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan instrumen paling krusial guna memberikan benteng pemahaman awal yang kuat kepada para generasi muda daerah.

Melalui penanaman pemahaman yang benar di tingkat SD dan SMP, anak-anak diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh infiltrasi gaya hidup yang menyimpang dari norma agama dan adat istiadat Melayu. Pencegahan dini di dunia pendidikan dinilai menjadi investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa di Kota Bertuah.

Selain mendorong sektor pendidikan, Tekad juga mengusulkan agar Pemko Pekanbaru memfasilitasi penyediaan layanan konseling gratis yang dapat diakses dengan mudah oleh warga kota. Dalam realisasinya nanti, pemerintah daerah didorong untuk melibatkan tenaga-tenaga profesional yang kompeten di bidangnya, seperti psikolog klinis, sosiolog, maupun konselor keluarga berlisensi.

"Pemko hendaknya memberikan layanan konseling gratis dengan menggandeng pihak profesional. Pendekatan klinis dan psikologis seperti ini sangat penting, agar upaya pencegahan yang kita lakukan tidak hanya mengedepankan tindakan represif atau penertiban fisik saja, melainkan juga menyentuh aspek pembinaan spiritual dan pendampingan mental secara bijaksana tanpa memicu konflik horizontal," tutupnya.

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional