TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM)- Rencana Pemkab Inhil menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG) mendapat penolakan dari Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Mahasiswa. Mereka mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Senin (23/11/2015).
Penolakan tersebut disampaikan puluhan mahasiswa di depan kantor DPRD Inhil. Aksi mahasiswa sempat dihalangi petugas kepolisian karena ingin menyerobot masuk ke kantor DPRD, akhirnya puluhan mahasiswa tersebut diizinkan memasuki kantor DPRD.
Dipimpin wakil Ketua 1 DPRD Inhil, Ferryandi, para mahasiswa tersebut menyampaikan aspirasinya di hadapan para anggota dewan di ruang Banggar DPRD Inhil.
''Kita bukannya tidak setuju dengan adanya SRG di Indonesia, tapi untuk diterapkan di Inhil ini belum cocok. Makanya kita minta dibatalkan,'' ujar Boboy salah satu perwakilan mahasiswa.
Mereka, dikatakan Boboy, lebih menekankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang mengembangkan turunan produk kelapa.
''Kita tau Perda SRG itu belum dibuat, tapi jika nanti sudah disahkan, kami tidak bisa bersuara lagi. Jangan pandang kami anak kecil tak punya pikiran,'' tambah Boboy.
Mahasiswa lainnya Anel menanyakan tentang pendapat dari anggota DPRD, apakah sepakat dengan keinginan mereka yang ingin menolak SRG tersebut.
''Kita tidak perlu penjelasan panjang lebar, kami hanya ingin tau, bapak-bapak di sini setuju tidak dengan keinginan kami. Hanya itu,'' tukas Anel.(RO3)