JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Asian Agri, Selasa (10/4/2018) menyerahkan premi minyak sawit berkelanjutan kepada 72 Koperasi di Riau dan Jambi di Jakarta.
Penyerahan premi dari penjualan minyak sawit bersertifikat RSPO dan ISCC tersebut diberikan kepada 12 perwakilan KUD disaksikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Ir. Agus Muharam, M.SP, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Bambang, juga Corporate Affairs Director Asian Agri Fadhil Hasan, dan Ketua Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat.
“Jumlah premi yang kami berikan sebesar Rp 3,690.062.357 dan dibagikan pada 72 Koperasi Unit Desa yang menjadi mitra usaha Asian Agri yang totalnya menaungi sebanyak 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi,'' kata Fadhil Hasan, Corporate Affairs Director Asian Agri.
Asian Agri sendiri telah menerapkan setiap tahunnya pembagian premi ini terhitung tahun 2014 lalu dan hingga saat ini masih terus berlangsung sebagai bentuk komitmen hubungan kemitraan yang baik antara Asian Agri dan masyarakat, melalui koperasi yang mewadahi aktivitas petani plasma.
Hubungan kemitraan Asian Agri dengan petani melalui koperasi ini, sebut Hasan fokus pada intensifikasi dan transfer pengetahuan dan praktik- praktik terbaik pengelolaan kelapa sawit.
''Kami menempatkan kemitraan dengan petani sebagai model bisnis utama perusahaan, dimana peran petani tidak dapat terpisahkan dari Asian Agri dan kesejahteraan petani merupakan bagian dari tanggung
jawab kami,'' ujar Fadhil.
Untuk tahun ini, premi yang diberikan dalam bentuk bantuan infrastruktur sesuai pengajuan masing-masing KUD.
“Infrastruktur berupa jalan desa dan sarana umum lainnya. Harapan kami premi yang diberikan akan bertambah lebih besar lagi untuk tahun berikutnya,” ujar Fadhil.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Ir. Agus Muharam, M.SP dalam sambutannya mengungkapkan keberadaan kelapa sawit di Indonesia mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit.
Industri kelapa sawit mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pedesaan dan di sekitar perkebunan kelapa sawit.
Hal ini juga turut mendukung poin ke-3 dari Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo perihal membangun Indonesia dari desa, yang juga menjadi fokus kami melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
“Penyerahan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya, dimana dalam hal ini diterapkan oleh Asian Agri kepada para petani binaan,” ujar Agus.
Akan halnya Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Bambang, turut mengapresiasi komitmen Asian Agri yang menunjukkan pemberian insentif dari pasar global dikembalikan kepada petani.
“Indonesia harus menghadapi tantangan pasar internasional terhadap sumber pasokan kelapa sawit yang jelas dan memiliki sertifikasi keberlanjutan,” tegas Bambang.
Kementerian Pertanian mendorong semua petani kelapa sawit untuk memperoleh sertifikasi keberlanjutan termasuk ISPO dan RSPO sehingga produk sawit Indonesia diterima oleh pasar internasional dan petani berkesempatan mendapat insentif atas penjualan minyak sawit berkelanjutan.
Penyerahan premi kepada petani merupakan bentuk apresiasi dari hubungan kemitraan Asian Agri dan para petani, atas usaha petani yang konsisten menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.
Penerapan praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh para petani menjamin kualitas buah dan minyak kelapa sawit yang dihasilkan, yang lebih diminati oleh pasar domestik maupun
internasional.
''Komitmen seperti yang dilakukan Asian Agri ini harus menjadi teladan bagi perusahaan lain,'' paparnya.
Pada kesempatan itu, salah seorang pimpinan koperasi yang juga petani plasma, Pawito Saring, mengungkapkan, kemitraan bersama Asian Agri menjadi jawaban atas permasalahannya pada awal menjadi petani.
Kemitraan kami dengan Asian Agri dari awal tidak hanya sebatas pada mengarahkan, namun juga memberikan pendampingan dan pembinaan untuk mempraktikan pengelolaan sawit yang baik dan benar.
“Kami difasilitasi dan dipacu untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan mengenai praktik-praktik pengelolaan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan melalui berbagai pelatihan dan fasilitas yang diberikan. Hasilnya, kini kami berhasil mendapatkan sertifikasi dan premi ini adalah salah satu manfaat yang kami rasakan sangat menguntungkan bagi kami dan koperasi dimana kami bernaung,” ujar Saring.
Kelapa sawit saat ini menjadi alah satu komoditas penyumbang devisa negara terbesar. Kelapa sawit juga menjadi solusi dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.(R04/r)