Jatuh dari Motor, Siswa SMKN Tewas Dilindas Truk, Hidung dan Telinga Mengeluarkan Darah

Jumat, 31 Agustus 2018 | 20:50:57 WIB
Stevie

RIAUSKY.COM - Ini pelajaran bagi orangtua yang membelikan anaknya sepeda motor padahal belum cukup umur, sehingga tak memiliki surat izin mengemudi (SIM) C. 

Seorang siswa SMKN 3, Stevie yang masih berusia 16 tahun, kemarin (30/8) pagi tewas setelah tubuhnya terinjak ban depan truk yang melintas di depan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan UPTD Balai Benih Sentral Air. 

Sejumlah saksi mengatakan, Stevie melaju kencang sekira pukul 06.30 Wita. Korban buru-buru ke sekolah karena jarak rumahnya jauh, yakni di Perumahan Teritip Mas RT 07. 

Sementara SMKN 3 berada di Jalan Ruhui Rahayu, tak jauh dari Islamic Center. Stevie memacu motor Honda Spacy biru KT 4648 YH dengan kencang.

Tepat di depan UPTD Balai Benih Sentral Air, Stevie berusaha menyalip mobil, gas motor makin ditariknya, “Breeeng”. Saat dalam kecepatan tinggi, keseimbangan remaja yang dikenal periang itu tak terjaga karena terkejut di depannya ada mobil melintas. 

Dia terjatuh ke arah kanan melewati lajur jalan, sementara motor dan helm yang dikenakannya terseret ke kiri. Tubuh Stevie meluncur di aspal jalan sejauh 4,6 meter, di saat yang bersamaan truk trailer melintas.

“Korban mau nyalip mobil. Pas mobil sudah kesalip, tiba-tiba kaget karena ada mobil di depannya. Nggak bisa dikontrol, akhirnya jatuh,” kata Kanit Laka Lantas Polres Balikpapan, Ipda Bambang Julio Susilo, kemarin seperti dilansir prokal.co. 

Tubuh Stevie, lanjutnya lagi, berada di depan truk sehingga badannya terinjak roda depan truk sebelah kanan. Hanya sekali lindas, darah keluar dari mulut dan hidung Stevie. 

Warga dan sekuriti perusahaan di sekitar lokasi kejadian langsung berhamburan keluar. Beberapa menolong korban, sementara yang lain menonton bahkan ada yang mengabadikan kecelakaan itu dan menyebarkannya via WhatsApp (WA). Kemacetan sempat terjadi di kawasan Teritip.

“Kasihannya anak itu, masuk ke kolong truk baru diinjak lagi badannya. Semoga selamat,“ celetuk seorang warga yang melihat kecelakaan. Stevie sempat dibawa ke pinggir jalan, sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Manggar untuk mendapatkan pertolongan.

Sayangnya, nyawa korban gagal diselamatkan. Pengemudi truk DM 8290 BC, Romi Agus Pendi (29) yang melindas tubuh Stevie langsung diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolres Balikpapan. 

Warga Jalan Giri Mulyo, RT 22 Nomor 33, Kelurahan Karang Joang, ini mengatakan bahwa dirinya saat itu bermaksud untuk berputar arah. Sebab, tempat yang ingin dituju untuk bongkar muatan kelewatan.

“Rencana mau putar di Embarkasi Haji tak jauh dari lokasi kejadian. Truknya nggak laju, makanya (Romi, Red) saat ini masih berstatus saksi,” kata BJ Susilo.

Sudah dua nyawa pengendara di bawah umur yang berstatus pelajar melayang akibat kecelakaan. Sebelumnya, terjadi di kawasan Dome yang menewaskan seorang pelajar SMP.

“Lebih baik anak itu diantar sehingga meminimalisasi angka kecelakaan. Apalagi, kebanyakan pelajar mengendarai sepeda motor dalam keadaan laju,” tandas Bambang Julio Susilo. (R01)

Terkini