HEBOH...Siswi SMA Tinggal Sendirian di Rumah Tua, Warganet Simpati, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Jumat, 19 Oktober 2018 | 18:54:14 WIB
Norani Notani dan anggota Polsek Air Besar

RIAUSKY.COM - Kepala Desa (Kades) Jambu, Kecamatan  Air Besar, Gudmen memberi klarifikasi terkait viralnya pemberitaan tentang Norani Notani. Menurut Kades, hal tersebut tidak benar. 

"Dia itu tinggal di Desa Sepangah, tempat pamannya. Itu rumahnya yang di Jambu dan rumah itu kosong," ujar Kepala Desa (Kades) Jambu Gudmen seperti dilansir Tribunpontianak.co.id, Jumat (19/10/2018).

Dirinya juga merasa tidak terima dengan viralnya informasi di Medsos terkait dengan warganya tersebut. "Saya tidak tahu kalau dia mau minta bantuan, kalau mau minta bantuan jangan seperti itu," katanya. 

Dijelaskan Gudmen, karena memang Notani sudah lama tidak tinggal di Desa Jambu. "Sejak SD kelas tiga dia sudah tinggal di Sepangah dengan pamannya. Orangtuanya meninggal sekitar 1,6 bulan lalu," terangnya. 

Sehingga dirinya pun tidak menyangka masalah tersebut menjadi viral. "Karena kami di Desa sudah membuat bantuan untuk warga yang kurang mampu. Kita sudah ada bentuk solidaritas Desa," jelasnya. 

Solidaritas Desa itu diperuntukkan bagi warga kurang mampu baik yang akan menikah, meninggal, dan sekolah. "Kalau hanya untuk sekolah, kami masih mampu kok," terangnya. 

Dirinya juga menyesalkan, sampai ada warga yang membuka rekening untuk membantu Notani. "Ada yang sampai buka rekening, saya pikir tidak perlu sampai di situ. Kita dari desa masih bisa bantu," ungkapnya.

Selain itu juga, foto rumah rusak tidak sepenuhnya benar. "Itu hanya dapurnya saja. Depannya masih bagus. Jadi kemarin itu Notani dibawa ke rumahnya dari Sepangah untuk foto-foto," bebernya. 

Gudmen menegaskan dirinya selaku Kepala Desa merasa keberatan dengan viralnya pemberitaan itu. "Saya tidak pernah membiarkan warga saya, seharusnya dikonfirmasi dulu ke Desa. Yang bersangkutan akan saya panggil," tegasnya. 

Sebelumnya sebuah video tentang kondisi rumah seorang siswi SMUN di Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, beredar di jejaring media sosial Facebook, Kamis (18/10/2018) sore.

Foto-foto dan videonya diunggah di akun Facebook Panyugu Diri.

Berikut postingannya:

Namanya Norani Notani

Kelas 3 smun Air besar

Tinggal sebatang kara di rumah milik peninggalan orang tuannya (yg sudah almarhum).

Utk memenuhi kebutuhannya sehari2 dia setelah pulang sekolah atau hari libur pergi ke ladang orang atau kerja serabutan.

SEKARANG DIA BINGUNG KARNA SEBENTAR LAGI UJIAN SEKOLAH DAN TAK TAU CARI BIAYA KEMANA

Semoga yg lihat video nya dapat mengambil hikmahnya.

Ada tiga foto dan dua video tentang Norani Notani yang diunggah Panyugu Diri tersebut.

Dalam foto dan video terlihat, rumah Norani yang sudah tidak terlihat bentuknya lagi.

Dinding berlubang di sana-sini, atap yang roboh, hingga tiang-tiang yang patah.

Dalam foto dan video terlihat Norani Notani ditemani oleh seorang anggota kepolisian setempat.

Di video, anggota poliri tersebut sempat menanyakan beberapa hal kepada Norani.

Pada video pertama, anggota polisi itu, bertanya tentang biaya ujian.

“Kalau biaya ujian itu, apa, kau nyari ke mana?” tanya dia.

Norani menjawab ia tidak tahu harus cari ke mana.

“Tidak tahu,” jawab Norani.

“Jadi masih bingung yah,” ucap anggota polisi itu.

Pada video lainnya, anggota polisi itu bertanya siapa namanya.

“Siapa nama kau? Norani,” katanya.

Tinggal sendiri ini, Desa Jambu. Jadi om mau tanya sama kau kan motivasi kau untuk lanjut sekolah tuh apa?

Ditanya demikian, Norani hanya tersenyum malu. Kedua tangannya ia masukan ke dalam saku roknya.

Cukup lama ia tidak menjawab pertanyaan tersebut.

“Guru,” jawab Norani.

Anggota polisi itu kemudian bertanya siapa yang membiayai sekolahnya.

“Kau tinggal di sini kan sendirian, sekolah siapa yang membiayai,” tanyanya.

“Keluarga,” jawab Norani.

Anggota polisi itu kemudian bertanya kembali soal sekolah Norani.

“Kelas berapa,” tanyanya.

“Kelas 3,” jawab Norani.

Setelah bertanya tentang Norani kelas berapa, sebuah kejadian yang tidak disangka-sangka terjadi.

Lantai yang dipijak anggota polisi tersebut sepertinya ambruk.

Tubuhnya pun oleng. Ia nyaris terjatuh.

Untungnya, ia masih berpegangan pada balok kayu, yang sepertinya bekas rangka atap rumah Norani. (R12)

Terkini