Direktur Teknik Lion Air Dipecat Karena Permasalahan Ini...

Rabu, 31 Oktober 2018 | 14:12:53 WIB
Lion Air mengudara.

JAKARTA (RIAUSKY.COM) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Direktur Teknik dan pegawai teknisi Lion Air yang menangani penerbangan pesawat JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang dibebastugaskan alias dicopot.

"Hari ini kita akan bebas tugaskan direktur teknik Lion agar diganti dengan orang lain, juga perangkat teknik yang menerbangkan pesawat itu dan merekomendasikan penerbangan itu. Lalu kita juga akan mengintensifkan ramp check," kata Budi Karya di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Budi Karya menuturkan, keputusan untuk mencopot Direktur Teknik dan pegawai teknisi Lion Air berlaku mulai hari ini.

"Iya, per hari ini," jelas dia.

Alasannya, kata Budi Karya karena kejadian kecelakaan pesawat kemarin. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan evaluasi sistem keamanan yang diberlakukan oleh para maskapai low cost carrier (LCC) di Indonesia.

"LCC ini adalah kebutuhan, bukan LCC yang salah, tapi bagaimana kita meningkatkan safety," jelas dia.

 

Lion dan Garuda Diminta Periksa Boing 737-8 MAX

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan surat bernomor 1063/DKPPU/STD/X2018 yang ditujukan untuk Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines.

Surat tertanggal 29 Oktober 2018 itu berisikan permintaan pemeriksaan khusus kelaikudaraan Boeing 737-8 Max yang dimiliki oleh dua maskapai tersebut, yakni Garuda dan Lion Air.

Surat itu juga diberikan untuk menindaklanjuti kecelakaan pesawat udara Boeing 737-8 Max registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT Lion Mentari Airlines dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, pada Senin 29 Oktober 2018.

Bersama surat tersebut, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara menginstruksikan untuk segera dilakukan pemeriksaan khusus aspek kelaikudaraan pada seluruh Boeing 737-8 Max yang beroperasi di Indonesia.

Surat itu pun dibenarkan oleh Direktur Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Capt. Avirianto saat dikonfirmasi detikFinance, Selasa (30/10/2018).

"Iya jadi kita mengadakan inspeksi untuk pesawat tersebut, jadi untuk memastikan bahwa yang ada setipe 737-8 Max itu aman," ujarnya.

Avirianto mengungkapkan, bahwa pihak Garuda Indonesia memiliki 1 unit pesawat dengan tipe tersebut. Sementara Lion Air memiliki 11 unit pesawat tipe tersebut. Dia bilang, pemeriksaan harus dilakukan untuk seluruh pesawat. (R03)

Terkini