PADANG (RIAUSKY.COM)- Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sangat mengkhawatirkan perkembangan jumlah pelaku Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di daerahnya. Dia pun mengatakan, pencegahan LGBT di Sumbar mutlak dilakukan dengan berbagai cara.
Mulai dari memberikan efek jera seperti memerintahkan Satpol PP untuk menindak hingga akan membuat regulasi dari Peraturan Daerah hingga Peraturan Nagari.
"Dari Perda sampai pernag nanti kita usahakan, mudah-mudahan tidak ada wali nagari yang LGBT sehingga tidak ada kendala dalam melahirkan Pernag (peraturan nagari)," ujarnya.
Sementara itu, Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang, dr Armen Ahmad, SpPD- KPTI FINASIM menyampaikan, orangtua harus tahu dengan potensi yang menyebabkan seorang anak menjadi LGBT.
Menurutnya, orangtua harus mengawasi anak supaya tidak mengalami perlakuan seks oleh seseorang apakah itu dalam bentuk sodomi ataupun pelecehan seksual lainnya. Jika anak mendapat perlakuan tersebut, selanjutnya mereka akan menjadi predator dikemudian hari.
"Awasi setiap perkembangan anak, jangan sampai ada perlakuan yang berpotensi menyebabkan mereka menjadi LGBT," ujarnya.
Kemudian orangtua juga harus bijak dalam memberikan dan membelikan mainan untuk anak. Anak laki-laki jangan dikasih mainan perempuan dan sebaliknya.
Selain orangtua, pemerintah juga harus memberikan sosialisasi kepada guru di sekolah sehingga di setiap lini ada aksi preventif (pencegahan) sehingga anak tidak terjebak dengan LGBT.
"Lingkungan, faktor ekonomi dan gaya hidup menjadi pemicu menjadi LGBT. Makanya peran orangtua, guru, ulama, dan lingkungan serta pemerintah harus ada," ulasnya.