Isi Kuliah Umum AKNP: HM.Harris Kenang Masa Sulit, Sampai Berobat Anak Pakai Surat Miskin

Senin, 05 November 2018 | 13:08:07 WIB

PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM)  - Berikan kuliah umum di Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP), HM Harris  beberkan kisah sedih menggapai bisnis sampai 7 kali jatuh bangun. 

Pada kegiatan Wisuda Angkatan Ke IV Program Studi Diluar Domisili Politeknik Negeri Pandang Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP).  Senin 5 November 2018 di aula kampus AKNP Pangkalan Kerinci. 

Bupati Pelalawan H.M Harris dalam amatnya mengajak para mahasiswa agar mampu memaafkan setiap kesempatan yang ada. 

"Celah-celah peluang bisnis akan selalu ada. Hanya saja sejauh mana kita mampu memanfaatkan kesempatan tersebut. Dan lebih penting lagi adalah kemampuan dalam mengusai teknologi komunikasi," ujarnya, seraya beliau selalu berdoa agar para mahasiswa AKNP ini sukses dimasa - masa yang akan datang.  

Disamping memberikan motivasi kepada tamatan AKNP,  HM.Harris juga menceritakan perjuangan membangun usaha  sampai 7 kali jatuh bangun. 

"Saya teringat bagaimana sulitnya membangun usaha, 7 kali jatuh bangun,  bahkan semangkin sulitnya sampai - sampai beli beras dan untuk biaya berobat anak sampai harus mengurus surat keterangan miskin, karena semangkin sulitnya," kenang HM.Harris. Dan satu yang tidak pernah lupa adalah sholat dan terus ulet dan tidak mudah menyerah. 

Masih ditempat yang sama,  Mukhtarius. S. Pd. M.Pd Direktur AKNP kepada media ini mengatakan bahwa wisuda ke IV tahun 2018 telah meluluskan 29 orang Diploma II.  8 orang Program Studi Teknik Elektro Industri dan 21 orang Program Studi Manajemen Infomatika. 

"Sampai tahun ini,  AKNP sudah meluluskan 203 orang mahasiswa," imbuhnya. 

Disamping telah meluluskan para mahasiswa, sambung Mukhtarius,  bahwa pada tahun ini juga,  AKNP telah menerima mahasiswa baru sebanyak 87 orang. Dengan demikian total jumlah mahasiswa aktif sebanyak 151 orang. 

"Kita bangga, AKNP saat ini sedang menuju Kemandirian.  Dan kemudian  bidang akademik lalusan kita tahun 2018 mencapai puncak terbaik dengan IPK 3,88.  Pada program Studi Teknik Elektro Industri," tutupnya. (R09)

Terkini