WAH GAWAT.... Rusuh di Lapas Lambaro Aceh, 113 Napi Kabur, Ada yang Rampas Sepeda Motor Warga

Jumat, 30 November 2018 | 09:01:21 WIB
Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs Supriyanto Tarah MM melihat kondisi jendela depan Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II-A Banda Aceh, di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang dibobol napi, Kamis (29/11/2018)malam. - SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR

RIAUSKY.COM – Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-A Banda Aceh yang berujung pada kaburnya 113 tahanan, Kamis (29/11/2018) malam, ternyata berefek kepada warga di sekitar lokasi.

Lembaga Pemasyarakatan yang biasa disebut LP Lambaro ini berada di kawasan areal persawahan berdekatan dengan beberapa gampong yang padat penduduk di Kemukiman Pagar Air, Ingin Jaya, Aceh Besar.

Seperti dilansir dari Serambinews.com, saat para tahanan dan napi itu kabur, sempat terjadi tindak kekerasan berupa perampasan kendaraan milik warga Gampong Bayu, yang berjarak sekitar dua kilometer dari LP.

Adalah Mahyuddin (57), warga Gampong Bayu, yang menjadi korban tindak kekerasan para napi tersebut.

Melalui telepon selularnya, Mahyuddin mengatakan, peristiwa yang menimpanya terjadi saat dia sedang dalam perjalanan dari Gampong Bayu ke Gampong Pante.

“Saya dalam perjalanan dari Bayu ke Pante untuk Shalat Magrib sekaligus menghadiri samadiyah (tahlilan) di Gampong Pante,” kata Mahyuddin.

Gampong Bayu dan Gampong Pante berjarak sekitar 2-3 kilometer.

Jalur terdekat yang menghubungkan kedua gampong ini adalah melalui jalan yang melintas di depan LP Lambaro.

Mahyuddin mengatakan, dia melintas di LP Lambaro, saat azan Maghrib berkumandang.

“Saya melihat sangat ramai orang berlarian di sawah. Lalu ada tiga orang di jalan menghadang, mereka merampas sepeda motor saya, seraya mengatakan ‘Balik-balik. Honda (sepeda motor) kami pinjam, nanti ambil saja di Lambaro’,” kata Mahyuddin menirukan kata-kata salah satu dari tiga orang yang merampas sepeda motornya.

Selain para napi yang berlarian, saat itu tidak ada warga di lokasi kejadian, sehingga Mahyuddin terpaksa merelakan sepeda motornya dibawa kabur.

“Mereka sempat menarik baju saya sampai robek. Saya juga melihat mereka memegang batu berukuran besar, sehingga tidak berani melawan,” ujarnya.

Menurut Mahyuddin, ketiga pelaku kabur dengan sepeda motornya ke arah Gampong Reuloh, yang jalurnya tembus ke berbagai arah, seperti ke Bayu dan pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya.

Karena peristiwa itu, Mahyuddin harus mengurungkan niatnya untuk menghadiri tahlilan di Gampong Pante, Kemukiman Pagar Air.

Ia kemudian berjalan kaki ke Polsek Ingin Jaya dan membuat laporan kejadian yang menimpanya.

“Saya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak Polsek Ingin Jaya. Semoga sepeda motor saya bisa ditemukan kembali,” ujar Mahyuddin.

Adapun sepeda motor yang dirampas oleh para napi adalah Honda Beat tahun 2010, warna hitam, BL 4568 LAD. (R02/Tribun)

Terkini