Air Surut Sampai 7 Meter, Warga di Merak Panik Karena Dikabarkan Siaga 1, Ini Penjelasan Resminya...

Rabu, 26 Desember 2018 | 02:46:56 WIB
Capture video yang banyak disebar malam tadi terkait situasi siaga 1 di wilayah Merak, Banten.

BANTEN (RIAUSKY.COM)- Dikabarkan air laut di Pandeglang Banten surut sedalam 7 meter malam tadi. Warga yang mendapati informasi itu pun kembali dibuat panik.

Warga berusaha menyelamatkan diri mengingat kemungkinan terjadinya gelombang  Tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa hari lalu.

Melalui rekaman audio yang dikirim melalui sejumlah media sosial, malam ini, warga mengungsi dan menjauh dari pesisir pantai. “Diinformasikan bahwa air laut surut 15 meter, ini tanda-tanda apa?” singkat sumber.

WargaNet juga diramaikan dengan video – video dan hiruk pikuk kepanikan warga Banten, tepatnya wilayah wilayah rawan susulan tsunami Selat Sunda.

Bahkan dalam video tersebut juga disebutkan, kondisi di sekitar Pelabuhan Merak, Banten sedang siaga 1 karena surutnya air laut tersebut. 

Tampak kepanikan warga memenuhi ruas jalan di sekitar pelabuhan merak.

Video tersebut berdurasi 46 detik dan bertuliskan 'Merak Siaga 1 Laut Surut'.

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi Priadinata menegaskan informasi itu hoaks alias bohong. Menurutnya, info tersebut sudah ditanyakan langsung oleh Kapolres Cilegon AKBP Rizky Agung Prakoso.

"Saya sudah tanya pak Kapolres (Cilegon) itu hoaks," katanya kepada merdeka.com, Selasa (25/12/2018).

Dia mengatakan, ombak tinggi di wilayah perairan Banten benar adanya. Tapi hal itu karena memang cuaca yang sedang tak bersahabat. BMKG pun telah memberikan peringatan ombak tinggi hingga 27 Desember.

"Anginkan belakangan ini kencang, jadi ombak juga agak kencang," katanya.

Lebih lanjut, mantan Wakapolresta Pekanbaru ini mengharapkan agar warga lebih waspada menerima informasi. Tambahnya, ia meminta agar warga jangan sembarangan menyebar informasi yang meresahkan.

"Saya berharap kepada masyarakat jangan sembarang menyebar informasi yang belum pasti kebenarannya, yang nantinya membuat warga panik," pungkasnya. (R04)

Terkini