Katanya, Sebelum Jadi Presiden, Jokowi Pernah Jadi Tukang Tambal Ban hingga PKL, Bukan Pencitraan kan?

Kamis, 27 Desember 2018 | 11:08:16 WIB
Jokowi

RIAUSKY.COM - Viralnya video dibalik potret Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ketika meninjau bencana dibalas dengan sejumlah potret sang presiden lainnya.

Namun berbeda dengan tema sekarang, potret Joko Widodo ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo itu lebih mirip seperti rakyat kebanyakan.

Potret tersebut seperti yang diposting akun @rajapurwa; pada Rabu (26/12/2018).

Dalam postingan yang turut serta dibagikan ulang oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean itu menggambarkan pencitraan yang dilakukan oleh Jokowi-sapaan Joko Widodo.

Pasalnya, walau Jokowi telah menjabat sebagai Wali Kota Solo, pria beranak tiga itu tetap melakukan sesi pemotretan yang tidak biasa.

Dalam potret milik Solopos.com dan Tempo.co tersebut, Jokowi terlihat mencitrakan diri layaknya rakyat kelas bawah.

Dalam parade foto, Jokowi terlihat mengenakan pakaian lengkap dengan topeng ketika menghadiri Tari Topeng Surakarta.

Dalam potret lainnya, Jokowi bahkan menjadi Pedagang Kaki Lima (PKL), penambal ban hingga pengayuh becak.

"Sekali lagi! Gw bersumpah. 'Demi Allah' tahun 2012 gw adalah pengagum berat JKW - AHOK. Seiring dgn waktu dan ditemukan foto2 sprt ini, pandangan gw berubah! Unlogic dan diluar kewajaran!" tulis akun @RajaPurwa menautkan halaman berita foto Solopos.com dan Tempo.co, yakni https://t.co/scCRfPkAUB dan https://t.co/YHfEDLvC8t.

Dikutip dari Tempo.co, sejumlah potret Jokowi yang diunggah pada tanggal 8 Januari 2013 itu menjadi penanda sebagai Wali Kota Terbaik Dunia 2012 peringkat ketiga oleh situs worldmayor.com.

Tidak hanya dianggap berhasil menata Kota Solo, terpilihnya Jokowi yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ketika itu juga karena dinilai sangat sederhana dan merakyat.

Hal itu ditandai dengan potret Jokowi yang tengah duduk di sebuah kursi dengan kostum pengayuh becak lengkap dengan becak di sampingnya.

Sebelumnya, Natalius Pigai, putra asli Papua sekaligus mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengaku kecewa dengan sikap Jokowi.

Pasalnya, bukan memperhatikan nasib para korban, Jokowi justru mengabaikan bencana alam hanya untuk pencitraan.

Luapan kekecewaan tersebut disampaikan Natalius Pigai lewat akun twitternya @nataliuspigai; pada Rabu (26/12/2018).

Natalius mengaku sedih melihat pemimpin negara mengatur kamera untuk menunjukkan kepedulian.

Namun bukan tulus, kedatangan Jokowi-sapaan Joko Widodo; katanya, hanya semata demi sebuah pencitraan.

Mirisnya, pencitraan dilakukan Jokowi di tengah kesedihan, puing bangunan dan kematian sejumlah bencana yang melanda Nusantara sepanjang tahun 2018.

"Sbg umat beragama sy sedih lihat video Presiden Joko Widodo mengatur kamera seakan mau menunjukkan kepedulian. Hny demi sebuah pencitraan di atas puing-pusing kematian. Dimana nurani simpati, empati , cinta, kasih sayang dan kepedulian pada sesama manusia apalagi pada rakyatnya," tulis Natalius.

Pernyataannya dibuktikannya lewat video dibalik layar kunjungan Jokowi ke lokasi tsunami Anyer, Banten pada Selasa (25/12/2018). 

Jokowi terlihat mengatur sejumlah orang, sementara jauh di belakang terdapat puluhan pejabat negara, mulai dari Kepolisian, TNI, pemerintah daerah hingga Kementerian Republik Indonesia.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan sejumlah potret yang diunggah Jokowi lewat akun sosial medianya, @jokowi; ketika meninjau sejumlah lokasi bencana. Potret yang dibagikan Jokowi terkesan menggambarkan kesedihan dan kesendirian Jokowi, padahal banyak pihak berada dibalik layar.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Fadli Zon menyoroti potret Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ketika meninjau lokasi bencana yang terjadi di sejumlah pelosok Indonesia sepanjang tahun 2018.

Potret yang disebut pihak oposisi sebagai pencitraan Jokowi-sapaan Joko Widodo.

Komentar nyinyir disampaikan Fadli Zon lewat akun twitternya @fadlizon; pada Selasa (25/12/2018). Fadli Zon menyebut sang Kepala Negara sebagai one man show, layaknya pemeran utama dalam sebuah film rekayasa.

"One Man Show," tulis Fadli Zon.

Komentar nyinyir Fadli Zon itu merujuk sebuah video berisi sejumlah potret Jokowi ketika mengunjungi sejumlah lokasi bencana di pelosok Nusantara. Walau berbeda latar, potret yang diunggah Jokowi lewat akun media sosialnya, @jokowi; itu memiliki kemiripan.

Jokowi terlihat mengenakan pakaian serupa, yakni kemeja putih berlengan panjang dipadu dengan celana bahan warna hitam serta sepatu kets. Ujung kemejanya dibiarkan keluar, tidak dimasukkan ke dalam celana dengan posisi lengan digulung hingga batas siku tangan.

Tidak hanya gaya pakaian yang seragam, potret ketika Jokowi meninjau bencana juga sama. Jokowi terlihat sendirian berjalan kaki berkeliling lokasi bencana, tidak ada pengawal ataupun pejabat negara yang mendampingi.

Kehadiran Jokowi tersebut pun dinilai para oposisi layaknya sebuah film rekayasa. Salah satunya Dewo lewat akun @putrabanten80; pada Selasa (25/12/2018). Politikus itu bahkan menyebut Jokowi sebagai model dan Raja Pencitraan.

Hal itu dibuktikannya lewat sebuah video di balik layar potret kesendirian Jokowi. Jokowi yang semula terlihat sendirian dan terkesan sedih dalam potret justru ditemani puluhan pejabat negara, mulai dari Kepolisian, TNI, pemerintah daerah hingga Kementerian Republik Indonesia.

Para pengawal dan pejabat negara tersebut diperintahkan agar menjaga jarak dan diam di tempat selagi sesi pemotretan di lakukan.

Ekspresi sedih Jokowi dalam potret pun berbanding terbalik dalam video di balik layar. Jokowi terlihat bercakap-cakap dengan seorang juru foto sebelum akhirnya dipotret dari jauh.

"Begini Toh...Proses Sang Model Ambil Posisi Dan Pose Yang Pas Buat Pemotretan... Raja Pencitraan...!!! #2019PrabowoSandi," tulis Dewo.

Terlepas dari ungkapan nyinyir tersebut, tugas Jokowi sebagai Kepala Negara wajib diapresiasi. Pasalnya, hanya berjeda tiga hari sejak tsunami Anyer terjadi, Jokowi bertolak dari Istana Bogor meninggalkan keluarganya untuk menemui para korban dna pengungsi di kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

"Bertolak dari Bogor, Jawa Barat, dengan helikopter pagi ini, saya mengunjungi Banten untuk melihat langsung penanganan pascabencana tsunami di sekitar Selat Sunda, Sabtu lalu. Mohon doa dari seluruh Tanah Air agar kita semua diberiNya keselamatan, kesabaran, dan kekuatan. Amin," tulis Jokowi. (R01/Tribunnews.com)

Terkini