Menteri Basuki Akui OTT KPK Terkait Penyediaan Air Bersih Daerah Bencana, Ada Juga uang Sekardus

Jumat, 28 Desember 2018 | 23:45:02 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengakui ada penangkapan tersebut.

Ia juga tak menampik bahwa OTT itu diduga terkait proyek air minum. Namun, ia mengaku tak mengetahui detail soal kasus tersebut.

"Informasi yang baru kami dapat ada pegawai PU yang terkena OTT di bidang proyek air minum siapa dan apa kami belum tahu," ujar Basuki di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

Ia mengatakan, pertama kali mendengar informasi tersebut dari Irjen Kemen PUPR Widiarto yang memperoleh kabar OTT dari salah satu media online.

"Saya kan tadi di pesawat, saya dapat dari beliau (Irjen), beliau dari media online," jelasnya.

Basuki langsung memerintahkan Irjen Kementerian PUPR Widiarto untuk mencari informasi ke KPK.
 
"Pak Irjen sudah saya tugaskan ke KPK mencari tau siapa, berapa orang, apa masalahnya," katanya.

Basuki pun menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang menjerat anak buahnya ke KPK. 

"Tentu kalau sudah saya tahu kami percaya bahwa KPK bekerja pasti sudah diamati panjang. Kami serahkan proses selanjutnya ke KPK sambil mendengar informasi yang jelas dari KPK," ucapnya.

Dari informasi terakhir yang dihimpun media, setidaknya,ada 20 orang diamankan KPK. Seluruhnya saat ini sudah digelandang ke kantor KPK. Dari OTT itu, penyidik mengamankan uang dalam beberapa kelompok,masing-masing, 25.000 dolar Singapura, uang Rp500 juta dan yang terakhir adalah uang dalam kardus sedang yang jumlahnya masih dalam penghitungan.

Uang tersebut dikaitkan dengan proyekpengadaan air bersih untuk daerah terdampak bencana di beberapa wilayah di Indonesia.(R04)

 

Terkini