Balas dan Tantang Moeldoko, Amien Rais: Kita Lebih Sanggup dari Total War

Kamis, 25 April 2019 | 09:57:07 WIB
Amien Rais dan Moeldoko

RIAUSKY.COM - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais kembali melontarkan pernyataan kontroversial.

Kali ini, ia membalas pernyataan yang pernah dilontarkan Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko.

Saat itu, Moeldoko menyatakan bahwa pihaknya siap perang total alias total war memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Amien menyatakan, pernyataan Moeldoko itu telah menjadi catatan baginya.

Demikian disampaikan Amien Rais dalam orasinya di acara syukuran kemenangan PrabowoSandi di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

“Salah satu tokoh di pemerintahan sekarang ini, kalau tidak salah namanya Moeldoko, dia mengatakan akan menerapkan perang total atau total war,” buka Amien.

Amien menuding, bahwa pemerintah akan memanfaatkan seluruh daya dan dana serta kemampuan untuk memenangkan pasangan petahana tersebut. "Untuk mencapai 70 persen suara masuk ke paslon calon 01,” sambungnya.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu memastikan, bahwa kubu 02 lebih siap berperang melawan rezim yang mengelola negara dengan tidak benar. "Karena itu, jawaban kita kalau ada total war, kita lebih sanggup dari total war. Insya Allah,” tantangnya seperti dilansir dari Pojoksatu.id.

Ia menyebut, bahwa sejarah menusia tidak pernah mencatat penguasa bisa mengalahkan suara dan keinginan rakyat.

Amien pun memakai analogi peribahasa vox populi, vox die yang berarti ‘suara rakyat, suara Tuhan’. “Jadi kita peringatkan Pak Jenderal itu, juga Pak Lurah Indonesia ini, jangan main-main dengan kekuasaan,” tuturnya.

Mantan Ketua Umum MPR RI itu juga meyakini bahwa pasangan Prabowo-Sandi telah memenangi Pilpres 2019.

Kendati sampai saat ini hasil real count Pilpres 2019 masih berlangsung, Amien sudah menyebut Prabowo sebagai presiden terpilih.

“Dalam khazanah politik itu, kalau pilpres sudah selesai yang menang sebelum dilantik dinamakan president elected. Presiden sudah dipilih yaitu Pak Prabowo,” kata Amien.

Sebaliknya, terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), diistilahkan Amien Rais sebagai bebek lumpuh di sisa empat bulan masa pemerintahannya.

“Petahana yang menyelesaikan periode 4 bulan yang akan datang, sampai akhir periodenya, dinamakan presiden bebek lumpuh,” cibirnya.

Karena itu, ia mewanti-wanti Jokowi agar tidak mengambil kebijakan penting di sisa masa pemerintahannya.

“Dia tidak boleh lagi menambah utang baru, tidak boleh lagi ambil kebijakan fundamental,” katanya.

Ia pun menyuruh Jokowi untuk menunggu detik-detik akhir dirinya dilengserkan secara konstitusional.

“Karena itu, sebagai presiden bebek lumpuh tenang-tenang saja, nanti akan ada pergantian yang sejuk, yang konstitusional, demokratis,” cibirnya.

Amien menegaskan, masyarakat Indonesia tidak bisa lagi dibohongi oleh penguasa.

“Di masjid, di kampung, di kampus, rakyat yang berakal sehat tidak bisa dibodohi lagi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Amien Rais sebelumnya pernah sesumbar bakal menjadikan Jokowi bebek lumpuh di Pilpres 2019.

Pernyataan itu ia lontarkan dalam diskusi ‘Refleksi Malari, Ganti Nakhoda Negeri?’ di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019) lalu.

“Insya Allah, dengan doa dan usaha kita, pada Magrib 17 April 2019 kita akan adakan syukuran dan Prabowo-Sandi akan dilantik 20 Oktober 2019,” kata Amien Rais.

Amien Rais melanjutkan, pihaknya akan menjadikan Jokowi sebagai bebek lumpuh karena kalah dari Prabowo-Sandi.

“Selama rentang waktu 17 April sampai 20 Oktober 2019 itu kita jadikan Pak Joko Widodo seperti bebek lumpuh, karena sudah pasti kalah,” kata Amien. (R02)

Terkini