PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Diduga karena Capres yang didukungnya kalah telak di Riau, Gubernur Riau Syamsuar sepertinya sangat sensitif dan marah kalau ditanya soal Pilpres.
Hal tersebut terlihat saat Syamsuar dimintai komentar atau imbauannya kepada masyarakat agar situasi usai Pilpres tetap aman dan damai.
Ia pun terlihat tidak suka dan marah dengan pertanyaan salah seorang wartawan media Nasional yang memintanya untuk berkomentar untuk mengimbau agar klaim saling kemenangan terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) tidak berdampak buruk kepada masyarakat.
Dan benar saja, pun menjawab pertanyaan biasa tersebut dengan hal yang tak terduga sebelumnya dan bahkan tidak pantas diucapkan oleh seorang kepala daerah.
"Awak Sarjana atau belum. Kalau belum sekolah dulu," kata Syamsuar kepada salah satu awak media, Jumat (26/4/19).
Mendapat jawaban seperti itu, wartawan Kompas TV Sarwino Ardi merasa heran dan bingun dengan sikap yang ditunjukkan mantan bupati Siak itu.
"Saya heran juga kenapa Pak Gubernur merespon seperti itu, padahal saya hanya meminta beliau sampaikan imbauan terkait Pilpres agar masyarakat tenang," keluh Wino seperti dikutip dari riauterkini.com.
Tak berhenti sampai disitu, begitu berlalu dan saat akan memasuki mobil dinasnya, Syamsuar pun masih sempat mengeluarkan kata yang jauh lebih kasar dengan menyebut 'Bongak'.
"Bongak," cela Syamsuar sebelum masuk mobil. Suaranya didengar jelas sejumlah wartawan yang berada di dekatnya.
Hanya saja untuk celaan bongak itu, Wino mengaku tak mendengar. "Saya tak dengar kalau gubernur sampai bilang seperti itu," tukasnya.
Sikap kurang baik ini sebelumnya juga ditunjukkan Syamsuar kepada salah satu media di Riau saat ditanya persoalan yang sama.
Saat disinggung soal perolehan suara Jokowi-Maruf Amin saat ini jauh tertinggal oleh pasangan Prabowo-sandi, Syamsuar lebih memilih tutup mulut.
"No comment saya. Awak (kamu) itu mau mancing saya kan," cetus mantan Bupati Siak dua periode tersebut dengan nada tinggi seperti dikutip dari Riaumandiri.co.
Untuk diketahui, Syamsuar sempat beberapa kali cuti mengikuti kampanye terbuka Jokowi-Ma'ruf Amin di Riau. Namun rupanya hal itu tak mendorong suara Paslon nomor 01 di Bumi Lancang Kuning.
Saat kampanye terbuka di Kecamatan Kandis, Siak, Syamsuar menilai Jokowi sangat berkomitmen membangun infrastruktur di Riau. Jika Jokowi gagal kembali menjabat dikhawatirkan sejumlah proyek strategis nasional di Riau akan mangkrak.
"Kalau proyek strategis ini tak dilanjutkan mangkrak pembangunan ini," ujar Syamsuar.
Menurutnya sudah banyak program pembangunan Jokowi sudah dirasakan masyarakat. Seperti pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok desa melalui dana desa, proyek pembangunan strategis nasional jalan tol Pekanbaru-Dumai dan Pelabuhan Tanjung Buton Siak.
"Saya ini dari Siak, jangan permalukan saya, APBD kita kecil, hanya Rp 9 triliun, artinya kita butuh pembangunan karena beliau (Jokowi) komitmen dalam pembangunan termasuk program kesejahteraan melalui Kartu Indonesia Pintar, Kartu Prakerja dan Kartu untuk sembako," alasannya kala itu. (R01)