JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat langkah besar dengan membuat wacana pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta.
Namun, upaya itu sepertinya bukan kebijakan yang akan membuat Jokowi dikenang karena suksesnya 100 tahun yang akan datang.
Wakil Ketua Komite 1 DPD RI Fahira Idris mengatakan alasan pemindahan ibu kota ini merupakan sebagai jalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memicu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa.
Lebih lanjut, ia menegaskan pemindahan ibu kota belum pas untuk dilaksanakan. Pasalnya, skala prioritas bangsa saat ini bukan memindahkan ibu kota, tetapi memulihkan perekonomian dan mengakrabkan kembali kehidupan antar warga negara.
"Pak Jokowi akan dikenang 10, 20, bahkan 100 tahun ke depan jika berhasil menggeliatkan ekonomi dan kehidupan sosial, bukan karena memindahkan ibu kota. Karena perbaikan ekonomi dan mengakrabkan kembali kehidupan berwarganegara saat ini menjadi kebutuhan bangsa agar bisa maju," terang Fahira.
Ia juga mengusulkan untuk mencapai kesuksesan bangsa ini dengan cara menguatkan pondasi ekonomi yang masih rapuh dan merekatkan kembali kehidupan antar warga negaranya yang saat ini masih renggang.