JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Satu per satu tokoh diduga dalam posisi calon menteri datang ke Istana Presiden di Jakarta, Senin (21/10/2019).
Beberapa nama diantaranya adalah CEO GoJek, Nadiem Makarim, eks Ketua TKN, Erick Thohir, Mantan Ketua MK, Mahfud MD, Kapolri Jendral Tito karnavian juga terakhir yang terpantau media, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Tetty Paruntu.
Mereka datang ke Istana Negara satu per satu. Meski banyak yang memperkirakan kedatangan mereka terkait panggilan dari Presiden joko Widodo, namun, di antara mereka banyak yang enggan menjelaskan apa isi dari pertemuan dengan sang presiden.
Mahfud MD tampak muncul di Istana Presiden. Ia tiba di Istana sekitar pukul 09:40 WIB mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
Mahfud tampak sendiri saat tiba di Istana. Ia juga mengaku hadir di Istana karena diundang.
"Saya dipanggil pukul 00:20 WIB," kata Mahfud singkat di Kompleks Istana Presiden, Jakarta.
Namun, saat ditanya lebih lanjut apakah dipanggil langsung oleh Presiden Jokowi, Mahfud enggan menjawabnya. Dia juga mengaku tak mengetahui apa yang akan dibahas di dalam Istana nanti.
"Nggak tahu mau jadi apa," tambahnya.
Begitupun dengan pengusaha sekaligus pemilik Mahaka Group, Erick Thohir, yang juga eks Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, tiba di Istana Negara pukul 11.00 WIB.
Erick yang mengenakan kemeja putih memilih bungkam dan langsung masuk ke dalam kompleks istana untuk menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Bos Republika menjadi tokoh kelima yang diundang Jokowi pagi ini, setelah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, CEO Gojek Nadiem Makarim, Bupati Minahasa Selatan Tety Paruntu, dan praktisi media Wishnutama. Jokowi memang mengundang sejumlah tokoh yang digadang-gadang menjadi menteri sejak pagi tadi.
Erick masih belum memberikan pernyataan hingga saat ini. Belum bisa dipastikan juga posisi menteri apa yang akan diduduki Erick.
Berbeda dengan Erick yang masih belum terbuka, CEO Go Jek, Nabiel Makarim membenarkan panggilan Jokowi yang akan memberikannya jabatan menteri. Namun dia belum mengetahui akan diposisikan di kementerian apa.
"Nanti dari Pak Presiden sendiri. Sudah ada posnya, nanti disampaikan Pak Presiden. Sudah pasti posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali," ujar Nadiem saat keluar dari istana, Senin (20/10).
Dalam perbincangannya dengan Jokowi, Nadiem mengaku diajak berbicara mengenai visi misi pembangunan Indonesia ke depan, khususnya dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), reformasi birokrasi, dan investasi. Ia sendiri mengaku sudah berpengalaman membawa Gojek ke panggung dunia dan jabatannya di pemerintahan merupakan kelanjutan dari misi tersebut.
"Tapi sekarang kepentingannya untuk negara dan dalam skala yang besar," katanya.
Sementara Kapolri Tito karnavian mengaku dia dipanggil membahas perihal kondisi kamtibmas pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
Tito sendiri tidak menjelaskan lebih detail apakah pemanggilan tersebut ada kaitannya dengan posisi yang akan diberikan Jokowi pada kabinet Indonesia Kerja Jilid II.(R04)