Mertua Nekat Bunuh Menantu, Katanya Gara-gara Minuman Keras

Kamis, 07 November 2019 | 15:31:10 WIB
Korban pembunuhan di Desa Mangngepong Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto/Syarief

RIAUSKY.COM - Seorang mertua menghabisi nyawa menantunya dengan cara menikam. Peristiwa itu terjadi di Desa Mangngepong Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto, Kamis, 7 Oktober 2019 dini hari tadi.

Penganiayaan dengan cara menikam sehingga mengakibatkan korban tewas dan viral di media sosial.

salah seorang pemilik akun facebook Nanny Sweet mengunggah foto korban penikaman yang diduga dilakukan oleh lelaki Karim.

“Innalillahi wainnailahi rojiuun…Kasus penikaman mertua terhadap menantu yg akhirnya meninggal dunia…
#akibat_minuman_keras..
#TKP_MANGEPONG,” status Nanny Sweet

Status yang disertai unggahan foto korban, lelaki Baso yang merupakan menantu pelaku, menjadi bahan perbicaraan warganet dengan menanyakan TKP dan nama pelaku serta korban.

“Om Karim pelaku penikaman dan korbannya menantunya sendiri,” kata Nanny Sweet.

Korban ditemukan di bawah saluran air (drainase) dan sudah berlemuran darah. Warganet pemilik akun facebook Shul Praja mempertanyakan nama korban.

“Shul Praja menantunya om Jurfri Daeng Sewang, suaminya Ratih,” jawab Nanny Sweet.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tidak bisa tertolong. Kejadian diperkirakan terjadi sekitar beberapa jam jam yang lalu, yang diduga dipicu pengaruh minuman keras. Sampai berita ini dikirim, terkini.id belum sempat mengkonfirmasi pihak kepolisian.

Pelaku Pembunuhan Ditangkap

Tim pegasus Reskrim Polres Jeneponto berhasil meringkus pelaku pembunuhan di Desa Manggepong Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto.

Pelaku ditangkap tim Pegasus Polres Jeneponto yang dipimpin Aipda Abd Rasyad, di kampung Parang – parang Desa Mangepong kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto, Kamis 7 November 2019, sekitar pukul 03.00 wita dini hari tadi.

“Setelah kami mendapatkan informasi dari masyarakat, terkait adanya penganiayaan dengan cara menikam yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kami bersama tim bergerak ke lokasi, untuk mengumpulkan baket, dari hasil keterangan saksi saksi didapatkan informasi tentang pelaku,” kata Aipda Abd Rasyad.

Usai mendapatkan informasi, pelaku bernama Karim Bin Bontang, tim Pegasus Polres Jeneponto melakukan penyisiran.

“Hanya berselang kurang lebih satu jam, kita berhasil menangkap pelaku. Saat itu pelaku ditemukan sedang dibonceng salah satu warga. Pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Polres Jeneponto untuk proses lebih lanjut,” jelas Aipda Abd Rasyad seperti dikutip dari terkini.id, Kamis, 7 November 2019.

Menurutnya, penganiayaan terjadi akibat pengaruh minum keras.

“Pelaku dan korban sama – sama minum minuman keras jenis ballo di TKP, kemudian ada ketersinggungan antara korban dan pelaku sehingga terjadi perkelahian. Pelaku dipukul balok oleh korban, sehingga pelaku langsung menyerang menggunakan badik secara membabi buta dan mengakibatkan korban meninggal dunia,”ujarnya.

Kejadian tersebut pecah saat Bontang datang ke rumah anaknya (pelaku) mengadu bahwa dia dipukul Jufri Daeng Sewang (menantu pelaku).

“Setelah mendengar aduan Bontang, pelaku langsung pergi menganiaya menantunya (Jufri), korban dtemukan korban tergeletak di got depan rumah perempuan Irma dalam keadaan bersimbah darah,” ujarnya.

Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas.

“Korban sempat dibawa ke Puskesmas Bululoe, namun dalam perjalanan korban meninggal dunia,” tutup Aipda Abd Rasyad. (R03)

Sumber: Terkini.id

Terkini