RIAUSKY.COM - Seorang oknum guru honorer di Buleleng, Bali, nekat mengajak muridnya untuk melakukan threesome atau seks bertiga dengan pacarnya. Kini guru dan pacarnya, yang merupakan tenaga kontrak di Pemkab Buleleng, pun ditahan.
Ulah guru bahasa Indonesia bernama Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) itu ketahuan karena kabar tersebut beredar di sekolah. Dari kabar tersebut, orang tua korban melaporkannya ke polisi.
"Awalnya di sekolah heboh dari mulut ke mulut sampai orang tuanya dengar terus lapor. Peristiwa tanggal 26 Oktober, dilaporkan tanggal 6 November," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya saat dimintai konfirmasi via telepon, Kamis (7/11/2019).
Sumarjaya menyebutkan, saat ditangkap, Novi mengakui perbuatannya mengajak muridnya yang masih berusia 15 tahun untuk ikut meladeni kekasihnya AA Putu Wartayasa (36). Perbuatan bejat itu dilakukan Novi dan Putu di kamar kos di Jalan Sahadewa Singaraja.
"Korban merasa tertekan sehingga terjadinya perbuatan cabul," jelas Sumarjaya.
Sumarjaya menyatakan saat ini korban masih berada di bawah supervisi psikiater untuk menghilangkan traumanya. Bahkan, sebelum perbuatan bejat itu ketahuan, korban masih tetap sekolah dan menutupi traumanya.
"Korban tetap masuk sekolah seperti biasa, karena sekolah ribut dia berusaha untuk menutupi kejadian. Korban juga masih trauma dan kita konsultasi ke psikiater anak untuk menghilangkan traumanya," jelas Sumarjaya.
Untuk melancarkan aksinya, Bu Guru Ni Made Sri Novi Darmaningsih (29) dan pacarnya AA Putu Wartayasa (36), menjanjikan pulsa dan baju baru untuk siswinya.
"Korban dijanjiin beli baju sama pulsa. Awalnya kan diajak ke rumah gurunya untuk dibeliin baju akhirnya mau, karena yang ngajak gurunya kan nurut," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya ketika dihubungi via telepon, Kamis (7/11/2019).
Peristiwa itu terjadi Sabtu (26/10) pukul 14.30 Wita di kos-kosan di Jl Sahadewa, Singaraja. Saat itu korban diminta untuk melihat Novi dan Putu berhubungan intim, kemudian korban yang duduk di tepi kasur milik gurunya itupun mulai diraba-raba hingga akhirnya terjadi persetubuhan oleh Putu.
Kepada polisi guru bahasa Indonesia honorer itu mengaku tertarik mengajak muridnya karena terinspirasi film porno.
"Termotivasi karena nonton BF (blue film,red)," jawab Sumarjaya.
Akibat perbuatannya, Novi dijerat dengan Pasal 81 (1) jo pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sementara Putu disangka telah melakukan tindak pidana persetubuhan sebagaimana dimaksudkan dalam rumusan Pasal 81 ayat (1) dan (2) UU Nomor 35 Tahun 2014. (R04)
Sumber: Detik.com