Said Aqil Mulai Kritik Pemerintah, Pengamat: Paling Karena Kue Kekuasaan, Tak Cukup hanya Kursi Wapres

Selasa, 07 Januari 2020 | 00:19:30 WIB

RIAUSKY.COM - Sikap kritis yang dilayangkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj yang akhir-akhir ini ke pemerintah dinilai terkait 'kue' kekuasaan.

Setidaknya ini penilaian Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe.

Menurut dia, sikap Said yang mengkritisi soal keadilan pemerintahan Jokowi hingga menyindir janji kosong Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bentuk kurang puas terkait komposisi Kabinet Indonesia Maju.

"Kemungkinan besar karena tidak kebagian kursi di pemerintahan Jokowi sehingga mulai berteriak dari luar," katanya kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).

Lanjutnya, hingga kini kabinet Jokowi jilid II pun terlihat minim kader NU. "Kalau saya enggak salah, beliau pernah katakan komposisi kabinet Jokowi harus juga lihat dukungan PBNU saat Pilpres. Ini artinya Said sudah mulai menagih dukungan ke Jokowi," sambung dia.

Begitu pun, saat disinggung soal posisi Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin. Ia menduga, posisi tersebut masih belum memuaskan.

"Sepertinya (kemauan Said) tidak cukup terwakilkan (dengan posisi Maruf Amin)," tukasnya. (R01)

Sumber: Warta Ekonomi

Terkini